11 Kandidat Walikota Daftar ke PPP

670

PPP.OR.ID – PANGKALPINANG – Pendaftaran Calon Walikota dan Wakil Walikota Pangkalpinang yang dibuka Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sejak 10 hari terhitung 5 Juni hingga 15 Juni 2017, saat ini diambang penutupan.

Tercatat hingga Minggu (12/6/2017) kemarin, telah mendaftar sebanyak 11 orang yang berminat menggunakan ‘kereta politik’ berlambang Ka’bah tersebut untuk bertarung dalam perhelatan Pilkada 2018 mendatang.

Ketua Tim Penjaringan PPP Walikota dan Wakil Walikota, Doni Prachyudi mengakui Partai dengan perolehan suara terbesar ke-2 di Kota Pangkalpinang ini tentunya menjadi bidikan seksi bagi para calon-calon yang berniat maju memperebutkan kursi tertinggi di Pemerintah Kota Pangkalpinang.

Kondisi kantor DPC PPP pun katanya saat ini relatif ramai aktifitas. Dia menyatakan hingga saat ini sudah 11 orang pendaftar yang mengambil formulir. Dua orang diantaranya adalah kader PPP.

“Lihat saja kantor DPC PPP terus ramai. Sudah belasan yang mendaftar ingin menggunakan kereta PPP untuk maju di Pilkada Pangkalpinang,”ujarnya.

Sayangnya, Doni belum bersedia menyebutkan siapa-siapa saja yang mendaftar di PPP. Politisi PPP ini belum berani berspekulasi ke figur-figur tertentu.
Namun menurutnya, pendaftaran ini adalah proses formal yang harus dijalani dalam rangkaian suksesi kepemimpinan Kota.

“Yang jelas PPP tidak mungkin mendukung calon yang tidak melalui mekanisme,”tegasnya.

Terpisah Ketua DPC PPP Pangkalpinang, Depati Gandhi tidak menampik jika sudah ada beberapa tokoh yang melakukan komunikasi selain melakukan tahapan pendaftaran.

Menurutnya, siapapun bisa untuk diusung melalui PPP namun tentunya harus melalui tahapan-tahapan yang disepakati oleh partai.

“PPP membuka seluas-luasnya kesempatan pada putra-putri terbaik Babel, bukan hanya Pangkalpinang untuk berpartisipasi membangun Kota kita ini,”sebutnya.

Disinggung apakah dirinya ikut mendaftar, sebab berdasarkan popularitas dan elektabilitas, nama Depati Gandhi berada pada deretan atas, dia dengan santai menjawab diplomatis.

“Dak kan ade ku daftar, barang kite yang punya partai (Tidak mungkin saya daftar, ya kita yang punya partai),” ujarnya sambil tertawa.

Menurut Putra Emron Pangkapi ini yang pasti tahapan rekrutmen calon di PPP adalah ajang seleksi keseriusan para kandidat yang berniat membangun Kota Pangkalpinang.

“Selama ini kan banyak walikota spanduk, saatnya kita seleksi kebenaran niat dan keseriusannya,”tegas Ketua Fraksi PPP DPRD Kota Pangkalpinang itu.

Sementara itu, menghadapi tiga pilkada di Bangka Belitung, beberapa partai politik gencar membuka penjaringan kandidat. Salah satunya, PDI Perjuangan yang enggan mengulang menelan pil pahit pada Pilkada lalu. Hampir di segala penjuru wilayah, PDI Perjuangan gagal memenangkan pertandingan. Menghadapi Pilkada 2018, mulai dibuka penjaringan dari tanggal 1 Juni lalu hingga akhir bulan ini.

Secara serempak PDI Perjuangan membuka diri belajar dari pengalaman pencalonan dari waktu ke waktu. Hal itu diutarakan oleh Wakil Bendahara Umum DPP PDI Perjuangan, Rudianto Tjen kepada sejumlah wartawan, usai buka puasa bersama dengan kader DPC PDIP kota Pangkalpinang di salah satu resto, Sabtu (10/6/2017) lalu.

Katanya, PDIP akan membuka diri menjaring sebanyak mungkin tokoh masyarakat, tokoh agama, serta tokoh-tokoh lain untuk mendaftar di PDIP. Kemudian, baru ada penyaringan sekian pendaftar akan di seleksi, psikotes, visi dan misi, mencalonkan diri benar atau tidak untuk bekerja dan melayani rakyat.

“Internal memang kita utamakan, tapi kalau tidak punya kemampuan dan kader, kita calonkan akan kita ambil dari mana saja. Kita akan calonkan lewat PDI Perjuangan,” ungkap Rudianto Tjen.

Menurut Rudi, melalui proses itu, siapapun yang mendaftarkan diri dan siapa pun yang terbaik akan dicalonkan dalam pilkada nanti. Sejauh ini katanya, sudah ada tiga pendaftar yang mengambil formulir, yakni Wakil Walikota Pangkalpinang Sopian, Kepala DKP Babel, Hardi dan Saparudin alias Udin.

“Petahana masih kita tunggu. Kata beliau (Muhammad Irwansyah-red) konsen di tempat lain. Mungkin di detik terakhir,” imbuh anggota Komisi I DPR RI ini.

Yang jelas, partai berlambang banteng moncong putih ini, kata dia tidak mempermasalahkan tokoh itu apakah dari internal, kader atau bukan. PDIP mencari yang terbaik untuk memenangkan Pilkada 2018 mendatang.

“Saya fikir semua kader mampu, tapi kita pilih yang terbaik, kita putuskan.
Tim seleksi tahu siapa yang terbaik, kita serahkan penuh ke DPC kemudian melaporkan ke DPD dari sana baru sampaikan ke DPP, kita putuskan di DPP,” urainya.

“Jadi semua apa yang disaring menjadi prioritas disitu. Kalau seandainya di dalam penjaringan tidak ada berkualitas DPP ambil alih, yang mendaftar sudah bagus-bagus semua saya pikir. Saya yakin akan daftar banyak orang berkualitas dan akan maju pilkada. Cari yang terbaiklah,” tutupnya. (rakyatpos/TN)