Hari Lahir PPP Diharapkan Jadi Starting Point untuk Bangkit

Jakarta – Setiap tanggal 5 Januari, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memperingati Hari Lahir (Harlah). Tahun 2022, diperingati Harlah yang ke-49. Sejumlah harapan yang diapungkan oleh kader partai berlambang Ka`bah ini, salah satunya dari Wakil Bendahara Umum Pengurus Nasional Angkatan Muda Ka`bah Boy Richardo.

“Harlah ini diharapkan bisa jadi starting point bagi PPP untuk bangkit dan mampu lolos Parliamentery Threshold,” kata Boy, Senin (1/3/2022).

Jika lolos ambang batas itu, kata Boy, berarti PPP bisa mengusung Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden yang sesuai dengan pilihan rakyat dan konstituen plus dengan catatan mendapat restu dari Para Kyai dan Habaib.

“PPP juga diharapkan bisa mewadahi para kader muda dan kalangan milenial agar ikut berperan aktif dalam kancah perpolitikan seperti semangat yang diusung oleh AMK dibawah komando Rendhika Harsono dan Ainul Yaqin,” kata Pengurus DPP PPP Bidang Kebudayaan ini.

Secara tegas Boy mengatakan jika PPP saat ini siap mencetak kader-kader muda yang dapat bersaing dengan kader partai lain. Ini tergambar dari struktur kepengurusan DPP PPP misalnya yang didominasi kader muda dan PN AMK yang mayoritas berasal dari kalangan milenial.

Boy juga berharap duet kepemimpinan Suharso Monoarfa dan Arwani Thomafi ini juga memberikan ruang dan kesempatan bagi kalangan disabilitas.

Ia meyakini mereka dapat ikut andil dalam semua lini dan tanpa ada diskriminasi akan kekurangan mereka.

Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (DPP PPP) menggelar lomba Lomba Shalawat Marawis, Lomba Menulis Opini, Lomba Fashion Busana Muslim serta Lomba Desain Batik PPP dalam rangka menyambut Hari Lahir (Harlah) PPP ke-49 yang jatuh pada 5 Januari 2022 nanti.

Hari Ulang Tahun Partai Persatuan Pembangunan (PPP) diperingati setiap tanggal 5 Januari setiap tahunnya. Peringatan ultah di tanggal tersebut sesuai dengan deklarasi pertama kali PPP pada tanggal 5 Januari tahun 1973.

Partai Persatuan Pembangunan, merupakan salah satu partai yang berpengaruh pada era Orde Baru bersama dengan Partai Demokrasi Indonesia (yang menjadi PDI Perjuangan) dan Golkar sebagai tiga partai politik utama.

Ketiga partai ini berawal dari Ketetapan MPRS no.XXII/MPRS/1966 yang berisikan agar pemerintah bersama DPR-GR segera membuat UU untuk mengarut kepartaian, ormas, dan kekaryaan yang disedeharnakan.

PPP sendiri, merupakan hasil gabungan dari empat partai Islam, yakni Partai Serikat Islam Indonesia (PSII), Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI), Partai Nadhlatul Ulama (NU), dan Partai Muslimin Indonesia (Parmusi).

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

INSTAGRAM

IKUTI KAMI

313,939FansSuka
48,132PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

TERKINI