Ada Kekuatan yang Ingin PPP Hilang dari Peta Politik Nasional

126
PPP
Foto: Ist

PPP.OR.ID, Surabaya – Wakil Direktur Eksekutif Lajnah Pemenangan Pemilu (LP2) DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Idy Muzayyad mencurigai ada kekuatan yang menginginkan partai berlambang ka’bah tersebut hilang dari peta politik nasional.

Hal itu siiring dengan ‘gempuran’ hasil survei dua bulan menjelang Pemilu Legislatif (Pileg) 2019, yang menempatkan PPP belum aman dari dari ambang batas parlemen (parliament threshold) 4 persen.

 “Ya, ada kekuatan politik tertentu yang menginginkan PPP itu hilang dari peta politik nasional,” tegasnya, seperti di lansir Barometerjatim.com di Surabaya, Sabtu (16/2/2019).

Namun politikus yang mantan wakil ketua umum PP GP Ansor tersebut enggan menyebut kekuatan politik apa yang dimaksud, “Ya pokoknya ada, kita enggak bisa sebut,” elaknya.

Idy hanya mamastikan, upaya untuk menghilangkan PPP dari peta politik nasional dengan cara menghembuskan belum aman dari PT bahkan sudah terjadi jelang Pileg 2014, meski akhirnya PPP tetap lolos bahkan jauh dari angka persentase PT.

“Bisa di-tracking (lacak), ada yang menempatkan PPP 2,5 persen, bahkan 1,5 persen. Tapi nyatanya, alhamdulillah, PPP waktu itu (hasil Pileg 2014) meraih 6,5 persen kan,” ujarnya.

Apalagi, menurut Idy, faktanya tidak semua lembaga survei menempatkan PPP di bawah 4 persen. “Di hasil survei Indo Barometer, misalnya, PPP meraih 4,3. Lalu Charta Politika kita 4,0 persen. Jauh hari sebelumnya Lippi 4,7 persen,” katanya.

Jadi, Idy melihat semua itu hanya framing, karena yang di-publish hanya menempatkan PPP di bawah 4 persen. “Faktanya ada yang menempatkan PPP di atas 4 persen. Dengan margin of error 3 persen, secara matematis kan bisa 7 persen itu,” ujar dia.

Karena itu, mantan komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) tersebut menegaskan, urusan PT 4 persen bagi PPP sebenarnya sudah selesai. “Insyaallah pasti, bukan mendahului ya. Tinggal lewatnya itu berapa. Berkaca dari 2014, kita lewat jauh,” ucapnya.

Ubah Mindset Partai Tua

Lagi pula, tandas Idy, sejumlah gerakan untuk merangkul semua kalangan, termasuk mengubah mindset PPP yang dikenal sebagai partai tua menjadi partai lebih muda kian intens dilakukan Ketua Umum PPP, Romahurmuziy (Romi).

“Beliau sosok muda, Ketum termuda dari partai yang memiliki kursi di parlemen. Saya kira kita akan bisa mengatasi katakanlah dinamika pemilih, tentu dengan effort yang lebih keras,” katanya.Khusus di Jatim, Romi, kata Idy, optimistis PPP akan bangkit dan menang dengan menarget 11 kursi DPR RI dari 11 Dapil yang ada. “Insyaallah target itu bukan impian, bukan angan-angan,” tuntasnya. (*)