#AksiBelaMbahMoen Ekspresi Kemarahan Santri Atas Puisi Fadli Zon Hina Ulama

175
Romahurmuziy dan Mbah Moen
Foto dok. istimewa

PPP.OR.ID , Jakarta – Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arsul Sani, turut mengomentari munculnya gerakan #AksiBelaMbahMoen yang ramai di jagat dunia maya.

Menurut Arsul, PPP melihat gerakan tersebut sebagai ekspresi kemarahan kaum santri atas penghinaan terhadap Kiai Maimun Zubair atau Mbah Moen.

“Ekspresi kemarahan kaum santri atas apa yang mereka anggap sebagai penghinaan terhadap Kiai (Maimun Zubair) oleh Fadli Zon,” kata Arsul, Jumat (8/2/2019).

Fadli Zon, kata Arsul, dianggap telah menghina Kiai melalui sebuah puisi. Arsul juga mengatakan banyak pihak telah meminta Fadli Zon untuk meminta maaf secara jantan atas puisinya itu kepada Maimun Zubair. Namun didiamkan.

Arsul pun berujar, apa yang dilakukan Fadli Zon telah merugikan pasangan calon jagoannya sendiri, Prabowo Subianto – Sandiaga Uno. Menurut dia, apa yang dilakukan Fadli Zon telah menjauhkan Prabowo – Sandi dengan kaum Nahdliyin.

“Di tengah-tengah, Prabowo – Sandi sendiri tengah berjuang menggarap kantong-kantong Nahdliyin,” tutur Arsul.

Puisi itu diduga merupakan respon Fadli Zon atas doa Kiai Maimun Zubair alias Mbah Moen di acara Sarang Berzikir untuk Indonesia Maju di Pondok Pesantren Al-Anwar, Rembang, Jawa Tengah pada Jumat (1/2/2019).  Doa itu menjadi viral di media sosial. Dalam video itu, Kiai Maimun membacakan doa dengan menyebut nama calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto. (sk)