Arsul Sani : Said Aqil Hanya Berusaha Membuat Pidatonya Menarik

202
PPP
Foto : Istimewa

PPP.OR.ID , Jakarta – Sekjen PPP, Arsul Sani mengklarifikasi ucapan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj yang mengatakan imam Masjid, Khatib, dan KUA harus berasal dari kalangan NU saat berpidato di Harlah NU ke-73 di Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (27/1).

Menurut Arsul, Said Aqil tidak serius saat menyampaikan ucapan itu dan hanya berusaha membuat pidatonya lebih menarik.

“Jadi begini, NU ini jamiyaah organisasi dan jemaah kelompok masyarakat yang penuh dengan metafora dan kemudian penuh dengan humor. Jadi kemudian menyikapi hal-hal itu jangan kemudian menyikapinya dari sisi serius,” kata Arsul, Selasa (29/1).

Arsul menjelaskan, yang dimaksud Said orang-orang seperti Imam Khatib dan KUA harus memiliki kebangsaan serta pemahaman moderat.

“Bukan berarti bahwa benar-benar harus orang NU dalam arti punya segala macam, tapi adalah orang yang punya paham moderat dalam konteks empat konsesus,” ungkap Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan capres-cawapres Joko Widodo dan Ma’ruf Amin.

Karena itu, Arsul menegaskan, Said tidak bermaksud memaksakan orang yang duduk di posisi tersebut harus dari NU. Kata Politikus PPP ini, Said hanya berusaha membuat pidatonya tampak lebih menarik.

“Oh tentu bisa seperti itu. Yang paling penting bukan organisasinya harus NU. Tetapi paham keberagamannya itu yang harus seperti itu. Soal paham keberagaman, NU itu terkait dengan negara, enggak ada bedanya dengan Muhammadiyah,” ujarnya.

“Hanya sekali lagi Pak Said dengan pilihan-pilihan diksi kontroversial itu supaya menarik perhatian dan menyentak saja. Kalau pidatonya seperti sosialisasi empat pilar enggak jadi sesuatu yang menarik ya,” ucapnya.

Sebelumnya, pidato Said Aqil di Harlah ke-73 Muslimat NU pada Minggu 27 Januari lalu menuai polemik. Dia menilai, imam masjid hingga KUA harus dipegang oleh NU semua. (sk)