Arwani Thomafi Sarankan Pemerintah Membuat MCN dengan Arab Saudi

150
PPP
Foto : Istimewa

PPP.OR.ID , Jakarta – Pemerintah Indonesia diminta untuk membuat kesepakatan Mandatory Consular Notification (MCN) dengan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi terkait notifikasi proses hukum Warga Negara (WNI).

Hal tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi I DPR RI, Arwani Thomafi, saat menanggapi tidak adanya notifikasi kepada Pemerintah Indonesia terkait eksekusi hukuman mati yang dilakukan kepada Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Majalengka Tuti Tursilawati pada Senin (29/10) lalu.

Arwani mengungkapkan, MCN tersebut berisikan sebuah pemberitahuan yang jelas soal proses hukum yang menimpa WNI di Arab Saudi.

“Ketiadaan pemberitahuan (notifikasi) oleh pemerintah Arab Saudi ke pemerintah RI soal eksekusi Tuti, tidak terlepas (karena) tidak adanya kesepakatan di antara kedua negara ini,” ungkapnya, Kamis (1/11).

Anggota DPR RI dari Fraksi PPP itu mengatakan, konvensi Wina tahun 1963 juga hanya mengatur notifikasi setelah dilakukan eksekusi mati. Dalam kasus yang menimpa TKI asal Majalengka Tuti Tursilawati juga notifikasinya hanya diterima oleh keluarganya.

Kendati demikian, Arwani tetap mengapresiasi langkah diplomasi pihak Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI yang telah berupaya memberikan perlindungan kepada WNI di Arab Saudi. Arwani mencatat, setidaknya ada 7 WNI yang telah diselamatkan pihak Kemlu RI selama 2 tahun terakhir ini.

“Khusus eksekusi yang menimpa Tuti, publik tanah air termasuk pemerintah RI tidak mengetahuinya, semata-mata ketiadaan payung hukum berupa kesepakatan yang mengatur soal pemberitahuan masalah tersebut,” ujarnya.

Akan tetapi, lanjut Arwani, ke depannya Pemerintah Indonesia harus tetap melakukan langkah-langkah konkret demi memastikan apa yang menimpa Tuti Tursilawati saat ini tidak terulang lagi di kemudian hari.

“Koordinasi antarlembaga mulai BNP2TKI, Kemnaker, Kemlu, termasuk Kedubes Indonesia di luar negeri untuk menguatkan koordinasi dengan baik dan melakukan terobosan yang positif,” katanya. (Sk)