Arwani Thomafi : Seluruh Fraksi Setuju Tertibkan Penjualan Minol

61

 


PPP.OR.ID – Ketua Pansus RUU Larangan Minuman Beralkohol (LMB) DPR yang juga Wakil Ketua Umum PPP Arwani Thomafi membantah pernyataan  Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang mengatakan ada delapan fraksi setuju penjualan minuman beralkohol di warung-warung pinggir jalan.

Beliau sebagai Ketua Pansus RUU LMB menyatakan fakta sebenarnya bahwa semua fraksi dan pemerintah secara bulat setuju untuk melakukan penertiban dengan melarang penjualan minuman beralkohol dijual di tempat-tempat bebas.

“Jadi,  tidak benar bila ada informasi yang menyebutkan soal komposisi fraksi-fraksi di DPR yang setuju minuman beralkohol dijual secara bebas. Saya tegaskan seluruh fraksi dan pemerintah sepakat untuk menertibkan penjualan minuman beralkohol,” ungkap Arwani Thomafi.

Meripakan sebuah kekeliruan bila kemudian ada yang menyatakan fraksi di DPR ada yang setuju atau menginginkan minuman beralkohol dijual bebas. Memang dalam perjalanan pembahasan RUU minuman beralkohol ada perbedaan pendapat, namun itu perihal penggunaan nomenklatur  ‘larangan’ minuman beralkohol dengan ‘pengendalian dan pemgawasan’ minuman beralkohol.

“Point krusial tersebut salah satunya terkait dengan penamaan judul RUU apakah menggunakan nomenklatur ‘larangan’ minuman beralkohol, ‘pengendalian dan pemgawasan’ minuman beralkohol serta tanpa embel-embel dua nomenklatur tersebut,” terang Ketua Pansus RUU LMB DPR, Minggu (21/1/2018).

Fraksi PPP bahkan menjadi insiator tunggal RUU Larangan Minuman Beralkohol sejak DPR periode 2009-2014. Namun karena waktunya tidak memungkinkanusulan tersebut kandas.

“Usulan tersebut kami perjuangkan kembali di DPR periode 2014-2019 melalui Badan Legislatif (Baleg) DPR,” imbuh beliau.

Berkat usaha tersebut, pada tahun 2015, DPR dan pemerintah sepakat untuk membahas RUU LMB dan terbentuklah Pansusnya. Fraksi PPP yang diwakili Arwani Thomafi menjadi kemudian menjadi Ketua Pansusnya yang hingga saat ini terus bekerja. (ZA)