Bantah Pemecatan Lulung, PPP: Yang Benar Dipecat Djan Faridz

162
ppp-ungkap-kriteria-cawapres-jokowi-aPR Baidowi dok. SINDOnews
Foto : Istimewa

http://PPP.OR.ID, Jakarta – Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Achmad Baidowi membantah pernyataan Abraham Lunggana alias Lulung yang mengaku dirinya pindah ke Partai Amanat Nasional (PAN) lantaran dipecat.

Lulung mengaku dipecat PPP atas sikapnya mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu.

“Lulung pindah karena setelah kalah mendukung Djan Faridz, minta balik lagi jadi Ketua DPW tapi ditolak oleh seluruh ketua DPW PPP se-Indonesia,” kata Baidowi melalui pesan singkat, Selasa (27/11) malam.

Menurut dia, Lulung seharusnya bergabung dengan kepengurusan yang sah tanpa ada embel-embel apa pun. Terlebih, Lulung juga diketahui mantan pengikut Djan Faridz yang tidak diakui Kemenkumham.

“Secara politik-hukum Lulung sudah kalah, maka seharusnya bergabung dengan kepengurusan yang sah tanpa harus mengajukan syarat apa pun,” tukasnya.

Sementara terkait Pilkada DKI, Anggota Komisi II DPR RI ini menjelaskan bahwa yang mendukung Ahok saat itu Djan Faridz, bukan PPP. Karena PPP tidak pernah secara resmi mendukung Ahok.

Sebab, di Pilkada DKI Jakarta DPP PPP mendukung Agus Harimurti – Sylvia Murni. Karena secara konstitusi, parpol hanya bisa mendaftarkan paslon ke KPU hanya sekali selebihnya tidak lagi.

“Artinya kalau Lulung mengaku dipecat PPP gara-gara tidak dukung Ahok sama sekali tidak benar, yang benar adalah dipecat oleh Djan Faridz bukan PPP,” ujarnya.

Baidowi menilai Lulung sebagai petualang politik karena sikapnya yang kerap berpindah-pindah partai mulai dari Partai Bintang Reformasi (PBR), PPP, dan PAN.

Meskipun, Baidowi tak mempermasalahkan perpindahan Lulung. Baginya perpindahan tersebut bukan soal bagi PPP.

“PPP sebagai partai berpengalaman tak sedikit pun terpengaruh oleh pindahnya Lulung,” pungkas Baidowi. (Sk)