Belum Efektif, Ketum PPP: Penanganan Sulteng Libatkan Waktu Seminggu

515
PPP Rommy
Dok. Foto Istimewa - Ketum PPP

PPP.OR.ID – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy mengakui penanganan bencana tsunami Palu dan gempa Donggala, Sulawesi Tengah yang dilakukan pemerintah belum efektif di golden moment ini. Golden moment yang disebut Gus Rommy ialah periode 4×24 jam sejak terjadinya bencana.

“Belum (efektif), karena Presiden sudah menyampaikan sejak hari pertama beliau mengunjungi Palu, bahwa penanganan ini akan melibatkan waktu yang kurang lebih seminggu dan itu belum tentu akan efektif,” kata Gus Rommy di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/10/2018).

Gus Rommy mengatakan, Presiden Joko Widodo pun mengakui penanganan pasca gempa Donggala dan tsunami Palu sulit lantaran lumpuhnya birokrasi di sana. Selain itu, Donggala dan Sigi pun terisolasi lantaran tertutupnya akses darat ke daerah tersebut. Tim pencarian dan pertolongan (SAR) baru mulai membuka akses jalan darat untuk melakukan evakuasi per Senin (1/10/2018).

Selain evakuasi via darat yang sulit, lanjut Gus Rommy, jalur udara pun masih terbatas. Selain rusaknya landasan-landasan pesawat terbang, masyarakat pun mendesak memenuhi bandara untuk terbang keluar dari Palu.

“Kita tahu persis bagaimana reaksi masyarakat yang ingin segera keluar dari Palu menjadikan operasional bandara di sana yg masih sangat terbatas juga lumpuh,” ujar anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat ini.

Gus Rommy pun meminta agar pemerintah membuka akses seluas-luasnya untuk berbagai bantuan internasional. Dia juga mengusulkan agar birokrasi penerimaan bantuan tak dipersulit. Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin ini berujar, yang terpenting saat ini ialah gotong royong membantu para korban gempa Donggala dan tsunami Palu.

“Koordinasi berbelit sudah jadi trademark masyarakat internasional kepada negara kita, karena itulah saya serukan agar birokrasi ini dipersangatmudahkan agar masyarakat internasional yang akan membantu cukup memberitahukan, bukan lagi meminta izin,” tandasnya. (Sk)