Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

20 Tahun Reformasi, Ketum PPP Jelaskan Persoalan Darurat Indonesia

17 Mei 2018 - 15:43:21 | 86

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M. Romahurmuziy menyebut masih ada persoalan darurat setelah 20 tahun reformasi Indonesia. Ketum Romahurmuziy menjelaskan persoalan itu tak hanya darurat, tapi juga kronis dan kritis.

“Persoalan pertama adalah darurat terorisme dan radikalisme. Persoalan kedua, darurat minuman keras,” kata Romahurmuziy, Rabu (16/5/2018).

Selanjutnya, darurat narkoba. Setiap hari banyak orang meninggal akibat penyalahgunaan narkoba. Lalu lanjutnya, persoalan kronis kemiskinan

"Kita lihat ada ketimpangan. Dalam 35 tahun terakhir inilah potret kemiskinan kita, dari tahun 1964 angkanya bisa diturunkan drastis tapi semakin kemari dalam 20 tahun angka penurunannya semakin melandai. Itu artinya ada semacam “income trap” di sana yang membuat setiap pemerintah terasa berat menurunkan meskipun di bawah Jokowi berhasil menurunkan terus," terang Ketum PPP.

Persoalan keenam, lanjut Romahurmuziy darurat korupsi. Romahurmuziy megatakan, sudah banyak kepala daerah dan anggota dewan di daerah yang tertangkap akibat korupsi.

Tercatat, sudah 86 kepala daerah ditangkap sejak KPK berdiri. Di Indonesia ada 514 kabupaten kota dan 34 provinsi.

"Ini berarti yang masalah sistemnya bukan orangnya. Ini orang antre dari pejabat menjadi penjahat. Kita harus melakukan koreksi total terhadap sistem ini, sehingga politik tidak berbiaya tinggi," ujarnya.

Persoalan lain, ia menilai menguatnya politik identitas yang akan berkonsekuensi pada persoalan krisis nasionalisme. “Misalnya, ada tuntutan khilafah, mengemukanya komunisme dan lainnya karena politik identitas. Mereka ingin menunjukkan dirinya di tengah globalisasi yang semakin tidak ada batas,” terangnya.

Selain itu, persoalan darurat intoleransi. “Misalnya ada orang mau salat karena bawa amplifier dituduh mencuri. Masyarakat saat ini mudah main hakim sendiri,” imbuhnya.

Tak hanya itu, ia menambahkan adanya persoalan darurat hoaks dan fitnah serta overdosis demokrasi yang ditandai dengan adanya pelanggaran terhadap segala macam bentuk aturan. Seperti arena hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) digunakan untuk kegiatan politik.

Terakhir, persoalan krisis kepercayaan publik dan darurat politik uang. Darurat politik uang, ini, kata Romahurmuziy, dapat mengakibatkan partisipasi pemilih merosot.

Dalam kondisi itu, lanjutnya, berlaku pepatah ada uang abang disayang tak ada uang abang betul-betul melayang. "Inilah persoalan persoalan demokrasi kita, " pungkas Ketum PPP. (Oky)