Logo PPP

DEWAN PENGURUS PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Achmad Baidowi Melakukan Lobi Antar Fraksi Guna Ambil Keputusan RUU Pemilu Pekan Depan

04 Juli 2017 - 12:35:16

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Jakarta - Anggota Pansus RUU Pemilu dari Fraksi PPP Achmad Baidowi mengatakan Lebaran ini menjadi momentum untuk menjalin komunikasi dan lobi antar fraksi. Ia mengatakan hingga saat ini masih belum menemukan titik temu terkait 5 isu krusial itu.

"Untuk mencapai kompromi 10 fraksi memang perlu kesabaran dalam melakukan lobi-lobi. Momentum lebaran digunakan untuk menjalin komunikasi antara satu dengan lainnya untuk membahas menjadi satu lima isu krusial," ujar Baidowi saat dihubungi detikcom, Senin (3/7/2017).

Baidowi juga mengatakan PPP sempat mengusulkan presidential threshold 10-15% untuk jalan tengah. Menurutnya pemerintah harus melihat keempat isu krusial lainnya.

"Pemerintah kan juga harus melihat empat isu lainnya, arah komprominya seperti apa. Itu yang saya maksud lima isu krusial harus dibahas bersamaan," kata Baidowi anggota Fraksi PPP.

Meski hingga saat ini belum ada titik temu dalam RUU Pemilu. Ia tetap optimis bisa diselesaikan dalam pansus dengan kompromi.

"Sampai saat ini belum ada kesepakatan. Namun momentum Lebaran kemarin dijadikan forum informal untuk pembicaraan isu krusial," terangnya.

"Kami masih optimis akan ada kompromi," sambung dia.

Untuk jadwal kegiatan pansus RUU Pemilu sendiri dimulai lagi pada Rabu (5/7) dengan agenda rapat tim sinkronikasi (Timsin). Dilanjutkan Kamis (6/7) rapat tim perumus (Timur).

"Lalu Senin (10/7) pengambilan keputusan tingkat satu dan tanggal 20 Juli nya paripurna," jelas dia.

Saat ini, ada 5 isu krusial yang belum diambil keputusan. Sejumlah isu krusial yang belum diketuk adalah sistem pemilu, presidential threshold, parliamentary threshold, district magnitude, dan metode konversi suara. (DETIKNEWS/TN)