Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Ajak Alumni Kampus Islam Cetak Ilmuwan, Ketum PPP: Harus Giat Berdakwah di Dunia Maya

17 Juli 2018 - 19:20:33 | 100

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID -  Ketua Umum PPP M. Romahurmuziy dalam halal bihalal yang digelar UIN Malang, mengajak alumni perguruan tinggi negeri Islam menjadi pelopor kampus pencetak ilmuwan Islam di Indonesia.

“Dunia makin modern dan tak mengenal batasan geografis. Kondisi ini membawa keuntungan dan kerugian. Yang bisa mengurangi kerugian itu adalah pendidikan Islam. Karena ini (pendidikan Islam) yang bisa membentengi,” kata Gus Rommy.

Benteng itu, lanjut beliau, berupa pembentukan akhlak dan karakter positif pada ilmuwan-ilmuwan.’’Bayangin saja, kalau ilmuwan tidak memiliki akhlak, akan jadi apa bangsa ini,’’ imbuhnya.

Gus Rommy juga menekankan, disinilah peran kampus Islam seperti UIN Malang sebagai kampus Islam negeri, dan Unisma Malang sebagai kampus Islam milik NU.

’’Makanya, ini mumpung ada Pak Rektor UIN Malang dan Unisma Malang. Saya sungguh berharap, kampus ini bisa menjadi pelopor untuk mencetak ilmuwan dan cendekiawan muslim yang berakhlakul karimah,’’ harapnya.

Masih dikatakan ketua umum partai termuda itu, ilmuwan muslim yang berakhlaklah yang mampu membawa bangsa ini menjadi negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Terlebih dalam situasi dan kondisi seperti saat ini.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Gus Rommy menyebut salah satu hal yang paling dekat yang dapat kita lakukan ialah dengan giat berdakwah di dunia maya, selain di kehidupan nyata. Mereka perlu menghasilkan konten menarik yang juga didukung infrastruktur website yang memadai agar mudah diakses oleh kalangan netizen.

Menurut tokoh santri ini, empat dari tujuh situs populer di Alexa dengan kata kunci agama Islam didominasi oleh situs yang memiliki paham Wahabi yaitu Rumaysho.com, Eramuslim.com, muslim.or.id, dan almanhaj.or.id. Peringkat pertama memang masih diduduki Kemenag.go.id, namun situs ini banyak diisi dengan berbagai kegiatan aktivitas Kementerian Agama.

“Indonesia sebenarnya tidak kekurangan SDM dengan pengetahuan keislaman yang kuat. Banyak lulusan IAIN dan UIN atau pesantren di Indonesia yang memiliki bakat menulis, serta ceramah yang baik yang bisa meramaikan dakwah di dunia maya itu. Saat ini, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana mengemas dakwah yang kita sampaikan agar menarik netizen dan memberikan pencerahan serta pemahaman yang benar kepada mereka” tutupnya. (Sk)