Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Ancam Tarik Dukungan pada Emil, PPP Anggap Politik Seni Kemungkinan

06 Desember 2017 - 17:19:26 | 263

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Ketidaktegasan sikap Ridwan Kamil (Emil) yang belum menentukan siapa wakilnya, berakibat mendapat tanggapan tegas dari Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M. Romahurmuziy.

Ketum PPP mengatakan, tidak menutup kemungkinan menarik dukungan apabila pada akhirnya Emil tak memilih Uu Ruzhanul Ulum (Uu) sebagai pendampingnya.

"Politik itu seni kemungkinan. Politik itu tidak pernah ada satu opsi, selalu ada banyak opsi. Oleh karena itu kami juga akan memikirkan kembali kalau memang apa yang disepakati tidak berjalan sesuai dengan kesepakatan bersama," tutur Romahurmuziy.

Sikap Emil yang tidak konsisten, menurut Romahurmuziy bisa menjadi bahan pertimbangan bagi PPP untuk menentukan sikap ke depannya seperti apa. Sehingga segala kemungkinan masih bisa terjadi.

"Jadi ini yang saya pikir menjadi pertimbangan kembali ke depan. Saya hanya mengatakan di dalam politik semua mungkin, politik itu adalah seni kemungkinan," ungkapnya.

Ketika disinggung kemungkinan PPP mengalihkan dukungannya kepada calon lain, Romahurmuziy enggan menanggapi lebih jauh dan mengaku tidak ingin berandai-andai.

"Bukan tipikal PPP untuk seperti itu, ketika kami memutuskan maka kami fokus. Tapi tentu ada titik di mana kita menilai ketika kita memberikan loyalitas keistiqomahan dan dukungan penuh kira-kira apa timbal baliknya yang tentu sederhana dalam kacamata politik there's no free lunch," katanya.

Menanggapi soal konvensi, Romahurmuziy berharap agar Emil tetap konsisten dengan pilihan politik yang dari awal dia sampaikan kepada PPP. Apalagi penyampaiannya dilakukan di depan forum partai di tingkat DPP.

"Saya masih menyimpan asumsi Husnudzon bahwa ini (konvensi) hanyalah cara untuk menjawab kepada seluruh pihak yang selama ini diminta untuk menjadi wakil, dijanjikan menjadi wakil dari semua parpol yang ada. Untuk pada akhirnya tidak mungkin kan ada lebih dari satu calon wagub," tuntas Romahurmuziy. (Ay)