Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Asal Mula Penetapan Tahun Hijriyah

19 September 2017 - 20:58:08 | 384

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Sistem penanggalan dalam kehidupan sehari-hari begitu penting. Kita biasanya merencanakan sesuatu di masa mendatanga atau mengingat sebuah peristiwa tertentu dengan acuan tanggal dan tahun. Tanpa penanggalan atau tahun kita akan kebingungan. Mengingat pentingnya penanggalan bagi kehidupan manusia sehingga ada beberapa versi mulai dari kalender Masehi, Kalender Romawi, kalender Cina dan kalender Hijriyah. Penetapan tahun Hijriyah memiliki sejarah yang cukup menarik.  Bagi umat Islam kalender Hijriyah memiliki peran dan fungsi penting, khususnya untuk menandai waktu ibadah semisal berhaji, puasa dan lain sebagainya.

Penanggalan Hijriyah merupakan turunan atau berasal dari masayarakat Arab. Sebenarnya sejak sebelum kedatangan Islam mereka sudah mengenal sistem penanggalan qomariah( berdasarkan bulan). Merka sudah menetapkan tagal satu ketika terlihatnya hilal dan menetapkan bulan sesau yang kita kenal sekarang. Hanya saja belum sampai menetapkan angka tahun, mereka hanya mengingat tahun-tahun yang dilewati dengan menandai sesuai peristiwa besar yang terjadi ketika itu.

Penyebutan tahun dalam masyarakat ketika itu sperti “Tahun Gajah”mengingat peristiwa saat itu raja Abrahah meneyerang Mekah dengan pasukan gajah. Ada juga “Tahun Fijar” karena tahun itu terjadi perang Fijar. Tentu hal yang demikian itu sangat menyulitkan dalam menetapkan segala sesuatu. Sistem penandaan tahun semacam itu bertahan bahkan ketika zaman Nabi Muhammad SAW dan Khalifah Abu Bakr ash-Shiddiq.

Baru pada zaman Umar bin Khattab ditetapkan penomoran dan penetapan tahun Hijriyah. Hal itu7 bermula ketika tahun ketiga beliau menjabat sebagai khalifah. Beliau mendapat surat dari Abu Musa al-Asyari yang ketika itu menjabat sebagai gubernur daerah Bashrah. Dalam surat tersebut, Abu Musa mengatakan:

"Telah datang kepada kami beberapa surat dari amirul mukminin, sementara kami tidak tahu kapan kami harus menindaklanjutinya. Kami telah mempelajari satu surat yang ditulis pada bulan Syaban. Kami tidak tahu, surat itu Syaban tahun ini ataukah tahun kemarin."

Membaca keluhan dari gubernurnya Umar kemudian mengumpulkan para sahabat, beliau berkata kepada mereka, "Tetapkan tahun untuk masyarakat, yang bisa mereka jadikan acuan." Setelah dikumpulkan banyak usul yang masuk untuk dijadikan awal permulaan tahun. Diatara usulan itu antara lain masa kelahiran Nabi Muhammad SAW, masa diutusnya Nabi Muhammad SAW, ada juga yang menyarankan mengikuti tahun bangsa Romawi  serta usulan lainnya.

Setalah melewati musayawarah dan perundingan akhirnya diputuskan mengikuti pendapatnya Ali bin Abi Thalib yang mengusulkan tahun hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekah menuju Madinah, sebagai tahun pertama. Sementara untuk penentuan bulan yang pertama ditetapkan berdasarkan pendapat Utsman bin Affan dengan menjadikan bulan Muharram sebagai bulan pertama dalam Islam, karena bulan ini merupakan awal tahun pada kalender arab sebelum Islam. Begitulah proses penetampan tahun Hijriyah yang kita kenal dan menjadi acuan umat Islam seluruh dunia melakukan Ibadah. (Dari berbagai sumber/ ZA)