Advertisment

Bangsa-Bangsa yang Menyucikan Ka’bah

  • 18 Maret 2017 - 19:25:31
  • Nasional
  • Admin
  • dibaca : 950

PPP.OR.ID - Bangsa Arab adalah bangsa yang sangat mengagungkan Kabah. Mereka yakin bahwa Kabah adalah Baitullah al-Haram yang dibangun Nabi Ibrahim as. dan putranya, Nabi Ismail as. berdasarkan perintah Allah swt. Pengagungan mereka itu tidak hanya pada bangunan Kabah. Tapi, meluas hingga mereka menyucikan kota Mekah dan daerah sekitarnya serta menjadikan wilayah itu sebagai Tanah Haram. Di wilayah itu, siapa pun haram melakukan pelanggaran hak-hak manusia dan menganiaya hewan.

Menurut Ibnu Kalbi, dahulu, setiap orang yang melewati Mekah, pasti mengambil batu dari Tanah Haram. Sepulangnya di negeri masing-masing, mereka akan tawaf mengelilingi batu yang mereka ambil itu seperti tawaf mereka di Kabah. Hal yang mereka lakukan sebagai bukti pengagungan, cintadan rindu pada Baitullah.

Lalu, sepeninggal Nabi Ismail As, bangsa Arab mengagung-kan Kabah dan Mekah dengan menunaikan ibadah haji dan umrah. Itulah, musim ketika bangsa Arab berduyun-duyun mendatangi Mekah untuk memenuhi pasar-pasar dadakan. Di pasar itu, kegiatan perdagangan, ekonomi dan budaya berkembang sangat dasyat.

Tapi, tidak hanya bangsa Arab yang mengagungkan Kabah. Pengagungan terhadap Kabah juga dilakukan bangsa-bangsa lain seperti India dan Persia. Orang-orang India meyakini bahwa Hajar Aswad adalah reinkarnasi roh Siwa. Menurut mereka, proses reinkarnasi itu terjadi ketika sang dewa dan istrinya mengunjungi Hijaz. Bahkan, mereka punya sebutan sendiri untuk Kabah yakni Maksyisya, Muksyisya atau Muksyisyana yang berarti rumah Syisya atau Syisyana, keduanya adalah dewa mereka.

Demikian juga bangsa Persia. Mereka mengagungkan Kabah karena menyakini Hormuz menetap di sana. Itulah sebabnya, mereka juga melaksanakan ibadah haji ke Kabah. Sejarawan al-Masudi menyebut bahwa bangsa Persia menyakini Hormuz adalah salah satu anak Nabi Ibrahim as. Oleh sebab itu, para pendahulu bangsa Persia melaksanakan tawaf di Kabah sebagai bentuk penghormatan mereka pada Nabi Ibrahim as. Adapun orang terakhir dari mereka yang melakukan ibadah haji adalah Sasan bin Babak.

Yaqul al-Hamawi menyebutkan bahwa sumur Zamzam dinamakan Zamzam karena kuda-kuda yang dijadikan kendaraan haji pada masa-masa awal, mengeluarkan suara zamzamah yaitu suara kuda ketika minum air. Demikian juga Sasan , setiap ia pergi ke Baitullah iaa membuat suara serupa di sumur Zamzam, untuk itu seorang penyair zaman dahulu berkata:

Kuda bersuara zamzamah di sumur Zamzam

Demikianlah yang dilakukan pendahulunya sejak dulu kala

Setelah munculnya Islam sebagian penyair Persia membanggakan diri sebagai golongan awal yang menyucikan Kabah dan melakukan haji. Salah seorang dari mereka melantunkan sayair:

Kami berhaji ke Baitullah berjalan kaki

Masuk ke Tanah Haram dengan aman

Dan Sasan bin Babak berjalan sampai Baitul Atiq bersma para pembesar

Tawaf di Kabah serta bersuara zamzamah

Di sumur milik Ismail yang menghilangkan dahaga orang yang meminumnya

Begitu juga dengan bangsa Shabiah (para penyembah planet dari bangsa Persia dan Kaldania), mereka menganggap Kabah sebagai salah satu dari tujuh rumah agung. Seperti halnya Kaum  Yahudi yang juga menghormati Ka&rsquobah dan menyembah Allah sesuai dengan agama Ibrahim.  (Disarikan dari Kitab Tarikh Kabah, Dar el-Jil)

Kirim komentar