137 Warga Ikuti Program Padat Karya di jalur KA Bandung-Banjar

Selasa 15 September 2020

  • BAGIKAN

Wakil Ketua Komisi V DPR Nurhayati melakukan peninajauan transportasi Kereta Api (Foto: Berita Trans)

Banjar - Guna meningkatkan produktifitas dan membantu perekonomian masyarakat terutama yang terkena dampak pandemi Covid-19, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Pekeretaapian menggelar program padat karya di berbagai wilayah kerja Balai Teknik Perkeretaapian yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera dan Sulawesi.

Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah program padat karya di wilayah kerja Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Barat yang dilaksanakan pada Proyek peningkatan jalur kereta api jalur lintas Bandung-Banjar dari Cirahayu sampai Kota Banjar sepanjang 52km termasuk emplasemen.

Program padat Karya di Wilayah Balai Teknik Perkeretaapian wilayah Jawa Barat melibatkan masyarakat di 21 Desa yang tersebar dari wilayah Tasikmalaya, Ciamis hingga Banjar.

“Dalam Program kali ini tercatat pekerja dari Kota Tasikmalaya 57 orang, dari Kabupaten Ciamis 59 orang, dan dari Kota Banjar 21 orang. Masyarakat tiga wilayah itu direkrut untuk mengerjakan kegiatan yang masuk dalam kriteria padat karya untuk mendapatkan penghasilan,” ujar Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa dan Bagian Barat Erni Basri saat mendampingi Wakil Ketua Komisi V DPR RI Hj Nurhayati di lokasi normalisasi jalur rel di Stasiun Banjar, Ahad (13/09/2020).

Tujuan kegiatan padat karya ini untuk melibatkan masyarakat di sekitar kegiatan proyek agar lebih mengetahui pembangunan yang sedang dilakukan dan diharapkan nantinya ada rasa memiliki dan bisa saling menjaga hasil pembangunan tersebut.

Disamping itu tentunya ada upah atau pendapatan yang diterima secara langsung. Sedangkan jenis pekerjaan padat karya ini adalah pekerjaan yang tidak memerlukan keahlian khusus dan bisa dikerjakan oleh masyarakat disekitar proyek pembangunan

“Seperti misalnya Pekerjaan Pembersihan Lahan/ Stripping, Security/Safetyman/Penjaga Malam/Penjaga Semboyan/Keamanan Lokasi Kerja, Gorek Ballas Kricak, Pekerjaan Sementara Baik Bangun/Bongkar Direksi Keet/Bedeng, Gudang, Jalan Akses, Pekerjaan Perbaikan/Normalisasi Saluran dan Pembuatan Saluran atau Pekerjaan Dinding Penahan Tanah (Pasangan Batu),” urainya.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa anggaran untuk padat karya dialokasikan sebesar Rp2,4 miliar. Hingga saat ini sudah terserap atau direalisasikan sebesar Rp1,8 miliar.

Direktur Prasarana Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Heru Wisnu Wibowo mengatakan bahwa pekerjaan padat karya ini merupakan program pemerintah untuk membantu masyarakat di sekitar lokasi proyek agar bisa berkontribusi dalam pembangunan perkerataapian. Selain itu, masyarakat juga bisa mendapatkan upah selama pekerjaan berlangsung.

“Sebetulnya program dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan ini kurang lebih ada Rp50 miliar yang dialokasikan pada tahun ini. Sekarang kurang lebih Rp28 miliar yang sudah direalisasikan. Sudah lebih dari 50 persen. Kemudian konsep Padat Karya yang ada di Kemenhub ini konsepnya agak berbeda, jadi padat karya ini melekat di pekerjaan-pekerjaan konstruksi seperti perbaikan rel kereta api di jalur ini,” tegas Heru.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua Komisi V DPR Nurhayati bahwa program padat karya ini sangat membantu memberdayakan masyarakat untuk mendapatkam penghasilan, terlebih dalam kondisi Covid-19.

“Pada pandemi Covid ini banyak terjadi pengangguran, banyak tempat usaha dan industri yang tutup atau berhenti sementara, banyak orang yang dirumahkan bahkan banyak orang di PHK. Kami melihat bahwa banyak orang menengah menjadi rentan miskin dan miskin sekali,” ungkapnya.

Komisi V DPR sebagai mitra kerja Kemenhub akan terus mendukung program dengan program padat karya seperti ini. Pihaknya juga mengaku telah membahas dengan mitra kerja program apa yang bisa meningkatkan ekonomi masyarakat desa dan membantu produktivitas masyarakat di desa.

“Kita dari DPR akan terus mendorong pemerintah supaya memprogramkan kegiatan seperti ini banyak dilakukan karena manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Tidak lupa pada kesempatan tersebut Nurhayati mengingatkan kepada para pekerja agar tetap melaksanakan protokol pencegahan Covid-19 pada saat melakukan pekerjaan misalnya jaga jarak, rajin cuci tangan dan pakai masker.

Hadir juga dalam kesempatan tersebut, Kepala DAOP 2 PT KAI Bandung Iwan Eka Putra. (*)

Sumber: Berita Trans

  • BAGIKAN

Berita Lainnya

Edit Profil Sign Out

KARTU TANDA ANGGOTA

PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

No. KTA

3171.01.27061979.01.001

Nama

Arya Permana Graha

NIK

This is dummy copy

Jabatan Struktural

Jabatan Non Struktural

Tempat Lahir

Bukit Tinggi, Sumatera Barat

Tanggal Lahir

20 Januari 1965