Perda Tembakau di Sumenep Kadaluarsa, Petani jadi Korban

Rabu 23 September 2020

  • BAGIKAN

Juhari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep (Foto: SuaraIndonesia)

SUMENEP - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Juhari mengatakan saat ini tembakau tak lagi disebut sebagai daun emas, lantaran harganya setiap tahun mengalami penurunan hal itu disebabkan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Sumenep Nomor 6 Tahun 2012 busuk atau kadaluarsa perlu dilakukan reaktualisasi.

Menurun Juhari politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyebutkan, anjloknya harga tembakau disebabkan perda tataniaga yang mengatur jual beli tembakau sudah busuk alias kadaluarsa, sehingga perda tersrbut perlu direvisi.

"Jika kita analisi perda tersebut hanya menguntungkan pengusaha dan merugikan petani. Untuk itu perlu di refisi lagi," ucapnya di ruang lobi DPRD Sumenep. Selasa, (22/09/2020)

Dia menerangkan, perda yang baru bisa mengatur pola komunikasi pihak pabrik dengan petani, semisal sebelum musim panin pihak perusahaan sudah menyampaikan tata cara pembelian serta kouta yang akan diserap oleh pabrik.

Menurut Jahari, walaupun tembakau tidak masuk sebagai sembilan kebutuhan pokok. Namun, untuk memberikan harapan pasti kepada petani, paling tidak aturannya dirubah, sekalipun tidak melakukan penekanan terhadap harga.

"Ya, minimal perda itu tidak hanya menguntungkan pihak perusahaan, akan tetapi petani juga bisa untung," ucapnya.

Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo mengatakan selama ini pemerintah daerah tidak bisa meneklukkan pabrikan, jika ditekan pabrik tidak mau membeli tembakau sumenep. Artinya pemerintah daerah dan pabrikan belum bisa membangun komunikasi baik

"Selama ini pemerintah tidak memiki power untuk menekan pabrik, untuk itu, perda nomor 6 tahun 2012 perlu direvisi sehingga tahun depan ada angin segar untuk petani tembakau," imbuhnya.

Diketahui, tembakau di kalangan petani saat ini mulai dari harga 30 ribu sampai 20 ribu ke bawah. (*)

Sumber: SuaraIndonesia

  • BAGIKAN

Berita Lainnya

Edit Profil Sign Out

KARTU TANDA ANGGOTA

PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

No. KTA

3171.01.27061979.01.001

Nama

Arya Permana Graha

NIK

This is dummy copy

Jabatan Struktural

Jabatan Non Struktural

Tempat Lahir

Bukit Tinggi, Sumatera Barat

Tanggal Lahir

20 Januari 1965