Pilkada 2020, PPP Jatim Target Menang di 8 Kabupaten/Kota

Minggu 12 Januari 2020

  • BAGIKAN

Ketua Desk Pilkada DPW PPP Jawa Timur Abdur Rosyid.

PPP - Jelang pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 di Jawa Timur, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengaku akan realistis dalam mematok target kemenangan. Selain itu, PPP juga menegaskan akan mengusung calon yang berpaham Islam-Pancasilais.

"Kami akan menitipkan kepada calon kepala daerah yang akan kami dukung, yakni Islam yang selaras dengan Ahlussunnah Wal Jamaah, yang itu menurunkan cikal bakal Pancasila," ujar Ketua Desk Pilkada DPW PPP Jawa Timur, Abdur Rosyid, saat Rapat Pimpinan Cabang Khusus (Rapimcabsus) PPP dengan agenda pemaparan visi-misi bakal calon bupati Jember, yang digelar di Hotel Bintang Mulia, Minggu (12/1).

Sesuai tahapan yang telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), tanggal pencoblosan akan dilakukan pada 23 September 2020 mendatang. Terdapat 19 Kabupaten/Kota di Jawa Timur yang menggelar coblosan. Dari jumlah tersebut, PPP Jatim mematok target menang di 8 kabupaten/kota.

Penentuan target ini didasarkan pada besaran kursi yang dimiliki PPP beserta maju-tidaknya inkamben. "Kalau yang daerah lainnya, kita koalisi saja. Yah, berharap semua menang sih. Tapi realistis, kita target di 8 kabupaten/kota itu," tutur Rosyid.

Delapan daerah yang PPP patok menang adalah Situbondo, Sumenep, Jember, Banyuwangi, Lamongan, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Kediri, dan Kota Blitar. "Situbondo itu kita punya 9 kursi dari total 45 kursi DPRD kabupaten. Jadi kita bisa mencalonkan sendiri tanpa koalisi dengan partai lain," jelas Rosyid.

Situbondo menjadi satu-satunya daerah di mana PPP bisa maju sendiri dalam Pilkada tanpa berkoalisi dengan daerah lain. "Kalau Sumenep, kita punya 7 kursi, jadi kurang 3 kursi saja," papar Rosyid.

Mengacu pada ketentuan dalam pasal 40 UU No 10 tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota, calon kepala daerah harus didukung minimal 20 persen jumlah kursi DPRD atau 25 persen akumulasi suara sah. Beberapa daerah di Jawa Timur seperti Sumenep dan Jember memiliki jumlah kursi total 50 kursi. Sehingga syarat minimal antara lain didukung 10 kursi. Beberapa daerah yang jumlah penduduknya lebih sedikit, memiliki kursi DPRD kurang dari 50.

"Jember kita juga target menang. Kita punya 5 kursi, sehingga kurang 5 kursi saja," papar Rosyid.

Adapun Banyuwangi, PPP punya 4 dari total 50 kursi DPRD, sehingga masih butuh 6 kursi lagi. Bupati Banyuwangi saat ini, Abdullah Azwar Anas, tidak bisa maju lagi karena sudah dua kali menjabat. "Kami harap Banyuwangi juga menang, karena inkamben tidak bisa maju lagi," tutur Rosyid.

Kabupaten Lainnya

Serupa dengan Banyuwangi, peta politik di Lamongan juga lebih cair, karena inkamben sudah menjabat dua kali. "Lamongan kita 3 kursi, tapi kan inkamben tidak bisa maju lagi. Ada 9 kandidat yang mendaftar ke kita, termasuk Wabup dan Sekda," ungkap Rosyid.

Peta politik yang lebih cair juga terjadi di Mojokerto. Bupati Mojokerto sebelumnya, Mustafa Kamal Pasa kini sedang menjalani hukuman karena terseret kasus korupsi. Jabatannya digantikan oleh wakilnya, Pungkasiadi yang hanya akan menjabat selama 16 bulan hingga 2020.

"Mojokerto kita punya 5 kursi, masih kurang 5 kursi juga. Tapi bupatinya sebagaimana kita tahu, dapat surat cinta sehingga harus meringkuk di tahanan KPK," jelas Rosyid.

Optimisme juga diusung PPP di Pilkada Kabupaten Kediri meski partai ini hanya peringkat 7 dari total 9 partai yang punya wakil di DPRD Kabupaten Kediri. Jumlah kursi di DPRD Kabupaten Kediri adalah 50 kursi, sehingga syarat maju antara lain didukung 10 kursi. Rosyid tidak menjelaskan alasan mengapa partainya memasukkan Kabupaten Kediri sebagai target menang, meski partai ini hanya punya 2 kursi.

"Kita juga berharap, meski kita cuma 2 kursi di Kabupaten Kediri dan 3 kursi di Kota Blitar. Kota Blitar ini kan total kursinya (di DPRD) ada 25 kursi, jadi kurang 3 kursi lagi (untuk mencapai syarat 20 persen kursi parlemen)," pungkas Rosyid.

  • BAGIKAN

Berita Lainnya

Edit Profil Sign Out

KARTU TANDA ANGGOTA

PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

No. KTA

3171.01.27061979.01.001

Nama

Arya Permana Graha

NIK

This is dummy copy

Jabatan Struktural

Jabatan Non Struktural

Tempat Lahir

Bukit Tinggi, Sumatera Barat

Tanggal Lahir

20 Januari 1965