Elly Rachmat Yasin Ajak Kaum Perempuan Milenial Melek Politik

Selasa 17 November 2020

  • BAGIKAN

Anggota Komisi VI DPR RI Elly Rachmat Yasin menghadiri pertemuan bersama 60 perempuan milenial berusia antara 17-22 tahun untuk belajar politik, di Kabupaten Bogor, Selasa (17/11/2020).

Jakarta - Anggota Komisi VI DPR RI Elly Rachmat Yasin menghadiri pertemuan dengan 60 perempuan milenial berusia antara 17-22 tahun untuk belajar politik, di Kabupaten Bogor, Selasa (17/11/2020).

"Mereka datang dari berbagai penjuru bumi kujang dengan antusiasme tinggi. Berangkat setelah sholat subuh dari rumah masing-masing menuju lokasi acara di Puncak Bogor untuk belajar politik," papar Elly.

Dikatakannya, hampir seribuan pemilih dari usia milenial dari total 3,5 juta pemilih tahun 2019 di kabupaten Bogor dan merupakan pemilih terbesar di antara kabupaten lain di Indonesia.

"Kepada milenial perlu pembinaan agar tidak buta politik. Dengan terus berkembangnya generasi milenial jika disertai dengan pendidikan politik dan etika, akan meningkatkan kualitas demokrasi dan pembangunan bangsa," katanya.

Di hadapan peserta dirinya berbagi pengalaman saat menjadi ketua PKK tingkat kabupaten, pengajian majelis ta’lim, Ketua Dekranasda yang membawahi usaha mikro kecil menengah (UMKM) kabupaten.

"Hingga menjadi satu-satunya Ketua partai politik perempuan di Bogor, yang kemudian memperoleh amanah sebagai Anggota DPR RI dari fraksi PPP," jelasnya.

Dirinya juga berbagi pengetahuan dari apa yang diperoleh dari membaca, ilmu politik dari suami, dari keluarga dan dari para senior partai. Dari situlah muncul kesadaran bahwa untuk kemajuan masyarakat dan bangsa memang perempuan harus maju, harus kuat dan bisa memimpin.

"Bukan saatnya lagi perempuan alergi terhadap politik. Jika alergi bahkan anti politik, perempuan akan tertinggal dalam dinamika zaman dan terpinggirkan dalam proses pembangunan. Saatnya perempuan menjadi pelaku, bukan sekedar obyek pembangunan," papar Elly.

Lebih lanjut dikatakan perempuan dalam perspektif politik di Indonesia saat ini memang terus mengalami peningkatan. Tetapi, masih jauh dari yang menjadi harapan bersama, sejak masyarakat dunia menyerukan anti diskriminasi terhadap kaum perempuan tahun 1948.

Saat ini, Di DPR RI, keterwakilan Anggota perempuan periode 2019-2024 mencapai 21 persen. Yakni 118 orang dari total 575 Anggota Dewan. Jumlah ini meningkat 22 persen dibandingkan dengan Pemilu 2014. Saat itu anggota DPR perempuan hanya 97 orang atau 17 persen.

"Di DPRD Jawa Barat, terdapat sebanyak 23 orang perempuan atau 19,2 persen dari 120 Anggota DPRD periode 2019-2024," katanya.

Hanya saja, di kabupaten Bogor, Anggota DPRD yang perempuan 5 orang dari 55 Anggota DPRD.

"Untung saja kabupaten Bogor memiliki bupati perempuan, juga punya DPR RI perempuan sehingga tetap ada lentera dan inspirasi kepemimpinan bagi kaum perempuan," tambah Elly.

Dijelaskannya, menurut ulama-mufasir tersohor, Prof. Quraish Shihab bahwa di dalam Al Qur’an banyak menceritakan mengenai persamaan kedudukan perempuan dan laki-laki. Di hadapan Allah Swt tidak dibedakan jenis kelamin, ras, warna kulit, dan suku, tetapi ketaqwaanya kepada Allah swt. Jadi, menurutnya laki-laki dan perempuan memiliki hak yang sama dalam politik.

"Sebagai ketua partai politik, saya tentu melakukan upaya-upaya yang sinergis dan berkesinambungan. Dengan berharap jumlah perempuan di parlemen terus bertambah. Agar politik dan kebijakan akan lebih sensitif terhadap isu-isu perempuan dan anak. Mengingat banyak isu-isu perempuan dan anak yang harus perjuangkan," pungkasnya. (*)

  • BAGIKAN

Berita Lainnya

Edit Profil Sign Out

KARTU TANDA ANGGOTA

PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

No. KTA

3171.01.27061979.01.001

Nama

Arya Permana Graha

NIK

This is dummy copy

Jabatan Struktural

Jabatan Non Struktural

Tempat Lahir

Bukit Tinggi, Sumatera Barat

Tanggal Lahir

20 Januari 1965