PPP : RUU Minol Untuk Selamatkan Generasi Bangsa  

Rabu 18 November 2020

  • BAGIKAN

Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Achmad Baidowi (Foto: istimewa)

PPP - Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPR RI menggelar seminar terkait Urgensi Lahirnya RUU Larangan Minuman Beralkohol. Rabu (18/11/2020).

Acara ini dihadiri oleh Achmad Baidowi (Sekretaris Fraksi PPP), Fahira Idris (Ketua Gerakan Nasional Anti-miras), Prof. Dr Baharun (Ketua Komisi Hukum MUI), Illiza Sa'aduddin Djamal (Anggota Baleg DPR RI dari Fraksi PPP, salah satu pengusul RUU), Prianto Djatmiko (Direktorat Pencegahan & Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa & Napza Ditjen P2P   Kemenkes RI)

Sekretaris Fraksi PPP, Achmad Baidowi mengungkapkan kalau diskusi ini merupakan respon menyikapi atau menyongsong pemabahasan RUU Larangan  Minuman Beralkohol (Minol). Kita tahu RUU ini untuk meneruskan dari periode sebelumnya, dimana sebelumnya sudah ada pembahasan sampai di tingkat I, namun pansusnya tersendat.

“Ketersendatan ini, Selain karena konten dan materi, tapi dari aspek waktu belum memungkinkan dibawa ke tingkat II. Dari Fraksi PPP bersama beberapa fraksi lain, RUU ini kembali diusulkan kembali dan  Alhamdulillah masuk Prolegnas 2020, mudah-mudahan nanti masuk lagi di prolegnas 2021” kata Awiek sapaan akrabnya.

“Minggu kemarin RUU ini dilakukan harmonisasi, pengusul melakukan presentasi. Meskipun masih panjang, namun ini merupakan langkah maju, Persentase yang dilakukan Bu Illiza di Baleg, RUU ini mendapatkan tanggapan dari Baleg,” tambahnya.

Siang ini kata Awiek akan ada raker dengan pemerintah dan DPD, untuk bahas Prolegnas. Kehadiran RUU ini begitu dinanti masyarakat, soal konten dan judul, masih bisa didiskusikan, yang penting ada niatan untuk bahas Minol.

“Selama ini ada beberapa aturan tentang Minol, tapi masih berserakan. Kami juga ingin sampaikan, kehadiran RUU ini bukan serta merta atas nama agama, tatapi pengaturan ini untuk melindungi moral generasi bangsa, adanya aturan ini bukan ansih berbasis agama karena dalam aturan ini kita memahami keragaman budaya sosial di masyarakat,” Ucap Awiek

Ia juga menjelaskan kalau ada pengecualian pengaturan, misalnya terkait adat dan istiadat diperbolehkan, Kebutuhan medis, dan kebutuhan lain yang diperbolehkan. Itu sebenarnya kelenturan para pengusul yang melihat keragaman Indonesia. Sebab itu RUU ini jangan dilihat hanya dilihat dari kepentingan Islam, tapi kepentingan Indonesia.

“Kebetulan Islam melarang miras, kita tidak menghadirkan peraturan berbasis agama, karena ada yang bilang ini negara Indonesia beragam dan plural, namun peraturan lahir dari spirit keagamaan tidak dilarang, karena yang kita lihat tingkat kemaslahatan yang diperhatikan,” katanya.

“Satu yang kami tekankan hadirnya RUU ini adalah untuk menyelamatkan moral generasi Bangsa, karena saya melihat korban minuman beralkohol setiap bulan ada,” tukas Awiek

  • BAGIKAN

Berita Lainnya

Edit Profil Sign Out

KARTU TANDA ANGGOTA

PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

No. KTA

3171.01.27061979.01.001

Nama

Arya Permana Graha

NIK

This is dummy copy

Jabatan Struktural

Jabatan Non Struktural

Tempat Lahir

Bukit Tinggi, Sumatera Barat

Tanggal Lahir

20 Januari 1965