Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

DPR Fraksi PPP: Jangan Sampai Negara Loss Generation Karena Abaikan Perempuan

11 Maret 2018 - 16:59:27 | 220

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Persoalan perempuan di era global dan digital ini semakin kompleks, imbas perkembangan tekhnologi pun banyak meninggalkan persoalan yang harus diselesaikan. Mulai persoalan human traficking, eksploitasi perempuan, prostitusi berbasis digital, dan ragam kejahatan yang menjadikan perempuan sebagai obyek.

Demikian disampaikan Anggota Komisi IX DPR Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Okky Asokawaty.

Lebih lanjut, Okky menegaskan, pemerintah harus memiliki kebijakan proteksi perempuan dari obyek kejahatan di ranah digital.

“Praktik human traficking dan prostitusi berbasis online juga belum tersentuh ke permukaan, Pemerintah harus memberi perhatian di ranah ini,” tandas Okky.

Persoalan lainnya yang juga mengemuka, menurut Okky, yaitu modernisasi di berbagai bidang di satu sisi menyisakan perempuan yang masih dalam posisi terbelakang.

Persoalan klasik namun masih menjadi persoalan krusial seperti persoalan ibu hamil dan menyusui yang memberi dampak keberadaan stunting dan gizi buruk bagi generasi mendatang.

"Itu menjadi satu dari ironi modernitas saat ini. Pemerintah harus intervensi dengan melakukan pemataan mana saja daerah zona merah terkait persoalan ibu dan anak," tegasnya.

Okky mengatakan, sudah saatnya pemerintah membuat program penguatan bagi perempuan generasi milineal. Sebab seks bebas,  narkoba,  lesbian, human traficking, serta ketercerabutan budaya Indonesia menjadi ancaman serius bagi masa depan perempuan Indonesia. 

Daya saing perempuan Indonesia akan terancam oleh negara-negara lainnya jika pemerintah tidak memberi perhatian khusus bagi generasi perempuan milenial.

"Perempuan lemah maka negara akan lemah, perempuan kuat maka negara juga akan kuat.  Jangan sampai Republik ini mengalami loss generation karena lalai terhadap pemberdayaan perempuannya," tuntas Anggota Komisi IX DPR Fraksi PPP, Okky Asokawati. (Oky)