Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Dukung Kemerdekaan Palestina, PPP Kecam Aksi Sepihak AS

07 Desember 2017 - 15:09:40 | 376

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump hari ini secara resmi mengumumkan Yerusalem sebagai ibu kota Israel dalam pidatonya di Gedung Putih.

"Hari ini kita akhirnya mengakui, Yerusalem adalah ibu kota Israel," kata Trump, seperti dilansir harian the New York Times, Kamis (7/12/2017).

Aksi sepihak AS itu menuai banyak kritik dari dunia internasional, salah satunya Indonesia yang mengecam dan menyesalkan sikap negara adidaya tersebut.

Di tanah air Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arwani Thomafi menilai, keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai Ibu kota Israel sama saja melegalkan penjajahan atas Palestina. Untuk itu, keputusan Trump wajib ditolak keras karena nyata-nyata bertentangan dengan resolusi legalitas Yerusalem yang merupakan bagian dari Palestina.

"Penetapan Yerusalem sebagai ibu kota Israel sama saja melegalkan penjajahan Israel terhadap Palestina," kata Arwani dalam keterangan persnya, Kamis (7/12/2017).

Arwani juga menganggap, pidato Trump menunjukkan sikap politik populis untuk kepentingan domestik Amerika Serikat. Pidato tersebut disebut mengabaikan prinsip-prinsip kesetaraan, kemanusiaan dan perdamaian.

"Pidato Trump juga membuat stigmatisasi negatif atas perjuangan kemerdekaan Palestina sebagai sikap ekstremis," ungkap Anggota Komisi I DPR RI itu.

Presiden RI Joko Widodo juga menegaskan, mengecam keras pengakuan sepihak AS tersebut dan meminta AS mempertimbangkan kembali keputusan tersebut. Menurut Presiden, pengakuan sepihak tersebut telah melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB yang di dalamnya Amerika Serikat sendiri menjadi anggota tetapnya.

“Saya dan rakyat Indonesia tetap konsisten untuk terus bersama dengan rakyat Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan dan hak-haknya sesuai dengan amanah Pembukaan UUD 1945,” tegas Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Kamis (7/12/2017). (Oky)