Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Fraksi PPP Komitmen Perjuangkan RUU Larangan Minol

15 April 2018 - 19:41:28 | 54

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Ketua Pansus RUU Larangan Minuman Beralkohol Arwani Thomafi mengungkapkan, pihaknya masih optimistis dan terus memperjuangkan keberadaan Rancangan Undang-undang Larangan Minuman Beralkohol untuk segera disahkan bersama Presiden. 

Hal itu, disebabkan oleh sejumlah peristiwa yang terjadi belakangan ini di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat akibat miras oplosan. Yangmana telah memakan korban hingga sedikitnya menewaskan 82 jiwa.

“Semestinya dapat mengetuk nurani pihak-pihak yang memiliki kaitan dalam pembahasan RUU Larangan Minuman Beralkohol ini. Untuk itu, komitmen Presiden Jokowi yang tegas dan terang dalam kebijakan pro rakyat, semestinya juga diikuti oleh para pembantunya khususnya yang terkait dengan pembahasan RUU Larangan Minuman Beralkohol ini untuk komitmen hadir dalam setiap rapat-rapat di Pansus,” ungkap beliau.

Sementara itu, diketahui, rencana pembahasan judul RUU Larangan Minuman Beralkohol yang dijadwalkan pekan ini gagal dilaksanakan. Penyebabnya, karena pemerintah berkirim surat ke Pansus untuk tidak bisa menghadiri rapat panitia kerja.

Arwani Thomafi yang juga Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi VIII Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menilai, kondisi ini seperti menjadi pola di Pansus RUU Larangan Minuman Beralkohol ini.  Rapat Pansus maupun Panja seringnya tidak memenuhi kuota peserta rapat, entah dari pihak pemerintah yang tidak hadir atau dari fraksi-fraksi di DPR yang tidak hadir.

“Saya sebagai Ketua Pansus RUU Larangan Minuman Beralkohol melihat hal ini bukan hal yang normal dan wajar. Ada indikasi kuat untuk mengagalkan pengesahan RUU Larangan Minuman Beralkohol ini,” tegas beliau, Minggu (15/4/2018).

Senada dengan hal itu, menurut beliau, RUU Larangan Minuman Beralkohol yang merupakan RUU inisiatif Fraksi PPP sejak tahun 2015 ini memang tercium aroma tangan-tangan tak tampak (invisible hand) untuk memandulkan kerja Pansus. Target akhirnya yaitu agar tidak pernah ada UU Larangan Minuman Beralkohol. 

“Kami mengajak fraksi-fraksi yang selama ini seolah peduli dengan persoalan umat agar dibuktikan dengan komitmen kehadirannya dalam rapat-rapat Pansus maupun Panja RUU Larangan Minuman Beralkohol,” pungkas beliau. (Ch)