Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Fraksi PPP Sebut Kasus LGBT Bisa Masuk RKUHP

11 Januari 2018 - 13:55:10 | 387

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (F-PPP) DPR RI menyatakan bahwa kasus seksual menyimpang seperti Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) kemungkinan bisa masuk dalam Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) yang sedang dibahas Komisi III DPR RI.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi III DPR Fraksi PPP Arsul Sani, dalam rapat mendengar pendapat umum dengan Aliansi Ulama Madura di Gedung DPR RI, Senayan, Rabu (10/1), Arsul mengatakan bahwa delik pidana perzinahan dan perkosaan bisa diperluas, tidak saja melibatkan pria dan perempuan, namun bisa juga kepada sesama jenis.

Arsul menyampaikan sangat berkepentingan memberikan penjelasan kepada publik tentang kontroversi kasus LGBT. Ditekankan dalam KUHP yang berlaku, perzinahan yang bisa dipidana adalah hubungan seksual antara laki-laki dan perempuan yang salah satunya masih terikat dalam pernikahan. Lalu, pasangannya mengadu ke polisi.

“Itulah posisi pengertian perzinahan yang ada di KUHP peninggalan Belanda sekarang. Kini, pasal menyangkut perzinahan diperluas. Tidak hanya dibatasi seperti itu, tapi segala bentuk hubungan seksual di luar pernikahan. Hanya deliknya masih delik aduan,” papar Arsul yang juga Anggota Panja sekaligus Tim Perumus RKUHP.

Saat ini, pasal perzinahan masih dirumuskan dan belum mendapat rumusan final. Dalam draf RKUHP, kasus ini ditempatkan dalam pasal 484-488. Peluang kasus LGBT masuk dalam pasal tersendiri dalam KUHP kelak, masih sangat terbuka seperti diserukan para ulama dari Madura, Jatim ini.

“Kalau selama ini perzinahan yang secara tradisional hanya menyangkut hubungan seksual antara laki-laki dan perempuan. Konsep ini diperluas seperti yang diinginkan para ulama Madura seperti LGBT. Rumusannya belum final, tapi pembahasannya sudah sampai ke arah sana. Yang masuk pasal ini seperti perbuatan cabul, pornografi, perkosaan, itu juga akan dipidana,”  tuntas Arsul Sani. (Af)