Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Fraksi PPP Tanggapi Ambruknya Flyover Tol

01 November 2017 - 17:08:56 | 258

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID –  Ambruknya konstruksi flyover di Tol Pasuruan-Probolinggo, pada Minggu (29/10) banyak menuai tanggapan dari berbagai pihak, salah satunya dari Anggota Fraksi PPP Komisi IX DPR Hj. Okky Asokawati

Beliau menilai robohnya penyangga di Tol Pasuruan-Probolinggo semakin menunjukkan lemahnya penerapan Keselamatan Kesehatan Kerja (K3). Pihaknya (Komisi IX) berharap Kementerian Ketenagakerjaan segera melakukan audit secara menyeluruh terhadap penerapan K3 di seluruh Indonesia. “Peristiwa itu menjadi sinyalemen yang harus diperhatikan pemerintah, apalagi saat ini pemerintah tengah giat-giatnya membangun infrastruktur di berbagai daerah,” tandas Okky melalui keterangan persnya Selasa (31/10/2017).

Beliau menambahkan bahwa terdapat persoalan laten yang dihadapi di sektor ketenagakerjaan, yaitu terkait minimnya tenaga pengawas yang berdampak pada abainya penegakan aturan oleh perusahaan. Contoh pada 2013 di Kabupaten Tangerang, Banten, terdapat 5.346 kegiatan usaha yang rasionya harus memiliki 50 tenaga pengawas industri.

Namun, faktanya, pada 2013, Kabupaten Tangerang hanya memiliki 15 tenaga pengawas. Itu pun telah ditarik menjadi pegawai di pemprov sebagai konsekuensi penerapan UU 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.

“Harusnya pemerintah duduk bersama dengan stakeholder terkait minimnya tenaga pengawas ketenagakerjaan selain akan mengawasi aspek keselamatan tenaga kerja juga pada aspek lainnya,” ujar Okky.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono pun angkat bicara, Basuki Hadimuljono mengatakan akan memanggil PT Waskita Karya. Itu bagian dari evaluasi terhadap insiden yang memakan korban jiwa tersebut.

“Kami akan lihat hasil temuan tim di lapangan dulu,” kata Basuki kepada wartawan saat ditemui di Kantor Kementerian PUPR kemarin (30/10). Basuki menjelaskan, begitu mendapatkan laporan ambruknya girder flyover, pihaknya langsung membentuk tim. Tim tersebut dari Direktorat Jembatan, Ditjen Bina Marga, Kementerian PUPR.

Ada beberapa hal yang akan diperiksa oleh tim tersebut. “Seperti desain, metode kerja, apakah tahapannya sudah betul atau belum. Sekarang ini belum tahu apakah ada pelanggaran atau tidak. Lihat hasil dari tim dulu,” papar Basuki. (Ay)