Logo PPP

DEWAN PENGURUS PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Generasi Muda, Garda Terdepan Keutuhan NKRI

13 April 2017 - 20:04:31 | 570

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Kutai Kartanegara - Pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai  4 pilar kebangsaan dinilai semakin menipis. Hal ini disampaikan oleh Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Kasriyah dalam kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan tentang Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI di Kecamatan Marangkayu Kabupaten Kutai Kartanegara (10/4).

Dalam kesempatannya, Kasriyah menjelaskan beberapa pendekatan yang dapat dilakukan sebagai langkah untuk menjaga empat pilar kebangsaan diantaranya dengan pendekatan kurtural, pendekatan edukatif, pendekatan hukum, dan pendekatan struktural.

"Generasi muda saat ini adalah calon pemimpin bangsa, harus paham norma dan budaya leluhurnya. Sehingga di masa depan tidak hanya asal membangun infrasturktur modern, tetapi juga bisa mensejahterakan masyarakat", katanya.

Menurutnya, pendekatan kultural dapat dilakukan dengan memperkenalkan lebih mendalam tentang budaya dan kearifan lokal kepada generasi muda. Hal ini dibutuhkan agar pembangunan oleh generasi muda di masa depan tetap mengedepankan norma dan budaya bangsa. Pembangunan yang tepat, harus memperhatikan potensi dan kekayaan budaya suatu daerah tanpa menghilangkan adat istiadat yang berlaku.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini juga menyayangkan dengan maraknya aksi kriminal yang dilakukan generasi muda, seperti tawuran, pencurian, bahkan pembunuhan. Kebanyakan aksi tersebut terjadi saat remaja berada di luar sekolah maupun di luar rumah.

"Terkadang remaja itu di rumah kelakuannya baik, di sekolah juga baik. Namun ketika di antara dua tempat tersebut, kadang remaja berbuat hal negatif. Ini yang sangat disayangkan. Orangtua harus mencarikan wadah yang tepat bagi anaknya untuk memaknai empat pilar kebangsaan semisal lewat kegiatan di Pramuka atau ekstrakulikuler lainnya", imbuhnya.

Anggota Komisi IV ini juga menyebutkan, norma hukum harus ditegakkan agar berfungsi secara efektif sehingga menimbulkan efek jera bagi pelaku kriminal sekaligus menjadi pelajaran bagi orang lain, termasuk aksi tawuran remaja yang terjadi belakangan.

"Pendekatan yang terakhir adalah pendekatan struktural. Keempat pilar ini perlu terus diingatkan oleh pejabat di seluruh tingkat. Mulai dari Ketua RT, RW, Kepala Desa, Camat, Lurah sampai Bupati, Wali Kota hingga Gubernur" pungkasnya. (TN/PPP.OR.ID)