Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Golongan Santri, Cawapres Idaman Jokowi dan Masyarakat

13 Juli 2018 - 10:38:52 | 160

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Semakin mengerucutnya nama Calon Wakil Presiden (Cawapres) belakangan ini, justru membuat publik penasaran dan bertanya-tanya, siapa sajakah nama-nama yang sebenarnya telah dikantongi Joko Widodo saat ini hingga mengerucut menjadi lima nama?

Seperti yang sudah diketahui, beberapa nama Cawapres untuk mendampingi Presiden Jokowi berasal dari berbagai kalangan. Ada yang dari partai, non-partai, golongan profesional, bahkan termasuk juga TNI-Polri.

Hal utama yang mesti diingat bahwa, Jokowi tidak mungkin mengajak Cawapres yang tidak pernah memiliki hubungan kerja dengannya, baik itu hubungan kerja formal maupun informal. Jokowi juga tidak mungkin mengambil Cawapres yang tidak bisa diterima oleh seluruh partai-partai politik yang mengusungnya.

Mempertimbangkan hal itu, golongan santri masih berpotensi tinggi untuk digandeng Jokowi melangkah ke pemilihan presiden 2019 mendatang. Kenapa harus golongan santri? Kita lihat kembali bagaimana rekam jejak Jokowi dalam memimpin Indonesia lima tahun ke belakang. Selama ini dirinya kerap dibenturkan dengan golongan militer dan berbagai isu politik hingga religi. Sebab dengan memilih golongan santri, Jokowi berpotensi mendulang simpati dari calon pemilih. Lagi pula, di mata masyarakat golongan santri ini dipercaya memiliki nilai lebih ketimbang militer. Ringkasnya, Jokowi dan masyarakat masih mengidamkan Cawapres dari golongan santri.

Mengingat Cawapres yang akan mendampingi Jokowi harus bisa diterima semua partai koalisi. IaCawapres yang diharapkanjuga merupakan sosok yang lengkap, berpengalaman luas dan dapat menjembatani seluruh kelompok yang berkepentingan. Bukan hanya partai politik pengusung Jokowi saja, sudah dapat dipastikan, sosok tersebut akan diterima oleh semua kalangan. Ketimbang Jokowi memilih sosok-sosok yang punya kecenderungan massa pemilih yang berseberangan, bukankah lebih aman jika sosok tersebut yang dekat dengan kepentingan masyarakat dan satu arah dengan Jokowi sendiri.

Beberapa nama yang digadang-gadang akan mendampingi Jokowi sebagai Cawapres, belakangan juga kerap muncul pada program-program acara televisi tanah air. Diantaranya ada Mahfud MD dan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy atau akrabnya disapa Gus Rommy yang semakin memperlihatkan elektabilitasnya. Namun sayang, berdasarkan survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI), elektabilitas mantan ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD masih dibawah Romahurmuziy yang merupakan tokoh muda intelek, agamis dan pengalaman politiknya tidak dapat  diragukan. Maka masyarakat akan menilai bahwa Gus Rommy populer karena kapasitas yang dimilikinya, dan diperantarai oleh pihak ketiga, dalam hal ini ialah program televisi.

Para tokoh yang namanya mencuak, memang cocok untuk mendampingi Jokowi pada Pilpres tahun depan. Tokoh-tokoh tersebut dipersepsi sebagai santri yang mampu menduduki jabatan wakil presiden. Jika Pilpres 2019, pasangannya nasionalis-santri, maka tokoh yang cocok untuk mendampingi Jokowi adalah Gus Rommy. (Sk)