Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Gus Yasin Lakukan Silaturahim ke 4 Ulama di Semarang

17 April 2018 - 13:21:57 | 132

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jawa Tengah yang diusung oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Taj Yasin Maimoen melakukan kunjungan silaturahim ke sejumlah ulama di Kota Semarang, pada Jumat (13/4). Hal itu, sekaligus dalam rangka mengisi masa kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jateng 2018.    

Diketahui, dalam acara tersebut Gus Yasin mengunjungi empat ulama di Kota Semarang. Diantaranya, Habib Hasan di Jl. Wologito Semarang, K.H. Badri di Jl. Ngilir Genuk, K.H. Shodiq Hamzah di Jl. Sawah Besar, dan K.H. Hammad Makshum di Jl. Kauman.

Selain itu, dalam kunjungan Gus Yasin ke Pondok Pesantren (Ponpes) Roudlotul Quran, Kampung Glondong, Kota Semarang, Jawa Tengah, disambut dengan alunan Sholawat Badar yang dilakukan oleh para santri, disambut langsung oleh pengasuh Ponpes K.H. Hammad Makhsum.

Senada dengan itu, K.H. Hammad Makhsum merasa sangat senang, ponpes asuhannya dikunjungi oleh tokoh muda yang sangat peduli dengan pondok pesantren. Sosok Gus Yasin adalah calon pemimpin yang punya kepedulian terhadap perkembangan Islam.

“Mudah-mudahan jalinan silaturahmi ini terus terjaga setelah terpilih nanti,” ungkap beliau.

K.H. Hammad Makhsum juga berharap, jika nantinya Gus Yasin diamanahi untuk menjadi Wagub Jateng, pihaknya berharap ada bantuan dari sisi teknis ataupun nonteknis dalam pondok pesantren agar para santri bisa mandiri dan masyarakat sekitar ponpes juga bisa merasakan manfaatnya.

“Kami harapkan adanya bantuan seperti pelatihan di ponpes agar anak pesantren dilatih untuk berkarya, dilatih untuk bermasyarakat, untuk bisa mengembangkan pribadinya sehingga saat di masyarakat bisa lebih siap,” imbuh belaiu.

Mendengar permintaan dari sesepuh Ponpes, Gus Yasin pun menyampaikan, bersama Pak Ganjar Pranowo sudah memiliki program khusus untuk madrasah diniyah, santri dan pondok pesantren. Programnya antara lain, memberikan tunjangan untuk guru madin, hingga beasiswa untuk penghafal Al-Quran.

“Santri-santri inilah yang harus kita perhatikan masa depannya,” pungkas Gus Yasin. (Ch)