Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Harlah ke-45 PPP, Jokowi Minta Rakyat Optimis dan Kerja Keras

15 April 2018 - 14:21:44 | 51

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Presiden RI Joko Widodo meminta semua rakyat optimistis menatap masa depan dan terus menjaga keutuhan NKRI. Meski selalu ada cobaan, rintangan, serta hambatan, semua harus dihadapi bersama-sama, sebab tidak ada bangsa yang menjadi besar dan kuat ekonominya jika rakyatnya malas-malasan.

“Tidak ada rumusnya seperti itu. Rakyatnya manja-manjaan tapi negaranya menjadi negara kuat itu tidak ada, semuanya pasti harus dilakukan dengan kerja keras, usaha, ikhtiar, dan berdoa kepada Allah,” ujar Presiden saat memberi sambutan pada peringatan Hari Lahir ke-45 tahun Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di UTC Semarang, Sabtu (13/4/2018).

Presiden Jokowi hadir di acara Harlah ke-45 PPP didampingi Pelaksana Tugas Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Ketua Majelis Syari’ah PPP K.H. Maimoen Zubair, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) K.H. Ma’ruf Amin.

Dalam acara tersebut Jokowi menjelaskan, Indonesia merupakan negara besar dan kaya akan keberagaman dari Sabang sampai Merauke. Perbedaan suku, agama, ras, dan budaya di penjuru nusantara itu merupakan anugerah dan menjadi tugas rakyat bersama pemerintah untuk merawat dan menjaga persatuan, kesatuan, persaudaraan, Sehingga NKRI tetap utuh sampai bumi ini kiamat.

“Kita akan tahu perbedaan itu kalau kita sudah keliling Indonesia dari Sabang sampai Merauke, maka akan ketahuan dan mengerti betapa kita ini diberi anugerah oleh Allah beragam perbedaan. Maka menjadi kewajiban kita untuk saling menjaga bersama-sama, berdoa agar Allah meridhoi usaha kita semuanya,” beber Presiden RI ke-7 itu.

Lebih jauh, mantan Gubernur DKI itu mengungkapkan, dalam tiga tahun terakhir, pemerintahan telah membangun banyak infrastruktur, terutama pembangunan di Indonesia bagian timur.  Pasalnya, Indonesia bagian timur memerlukan banyak pembangunan infrastruktur, antara lain jembatan, pelabuhan, airport, waduk, listrik, SPBU, terlebih Indonesia tertinggal sangat jauh dengan negara-negara sekitar. “Pembangunan infrastruktur kita sampai sekarang masih 37%, ini terus kita kejar demi keadilan sosial dan pemerataan pembangunan Indonesia bagian barat hingga timur, “ tuntas Presiden Jokowi. (Oky)