Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Inilah Pesan Waketum PPP pada Peringatan Tahun Baru Islam

21 September 2017 - 16:43:19 | 67

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Memasuki tahun baru Islam 1 Muharram 1439 H. yang jatuh pada hari Kamis 21 September 2017, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menggelar serangkaian acara pada hari Rabu (20/9/2017). Hal itu disampaikan langsung oleh Wakil Ketua Umum PPP Arwani Thomafi.

"Kami mulai dengan menggelar khataman al-Quran bil Ghoib oleh 15 Hafidz (penghafal Al Quran), santunan yatim piatu, muhasabah jelang pergantian tahun, pembacaan Doa akhir tahun dan Doa awal tahun," ungkap Arwani Thomafi melalui keterangan persnya pada ppp.or.id, Rabu (20/9/2017).

Acara digelar di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Hadir dalam acara tersebut Sekjen DPP PPP Arsul Sani, Ketua Fraksi PPP MPR Arwani Thomafi, Sekretaris Fraksi PPP MPR Fadly Nursal. Selain itu, para Hafiz Al-Quran (penghafal Al-Quran) dari PTIQ Jakarta dan Alumni Madrasah Huffadz Al Munawwir Krapyak Yogyakarta, serta anak-anak yatim dari Jabodetabek.

Wakil Ketua Umum PPP Arwani Thomafi memberikan sambutan pada peringatan tahun baru Islam tersebut, dalam sambutannya Arwani Thomafi menekankan tentang pesan pentingnya peringatan tahun baru Islam, baik dalam konteks keumatan maupun kebangsaan. Bagi umat Islam, peringatan Tahun Baru Islam selalu dikaitkan dengan peristiwa simbolik hijrahnya Nabi Muhamad SAW dari Kota Mekah ke Kota Madinah.

Menurut fraksi PPP MPR, peringatan itu sangat penting sebagai sarana untuk selalu mengajak seluruh jajaran, para fungsionaris dan kader partai untuk mengambil semangat hijrah. Hal ini sebagai modal spiritual untuk menjawab tantangan dalam menunaikan tugas-tugas demi tercapainya kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

Pertama, tentu melakukan refleksi atas perjalanan selama setahun, apakah sudah mampu memenuhi tugas keumatan dan kebangsaan. Dengan refleksi tersebut, kita bisa mengetahui berbagai kekurangan yang perlu diperbaiki dan capaian keberhasilan yang harus ditingkatkan pada tahun-tahun kedepan.

Kedua, sebagai upaya memperkuat konsolidasi partai, makna hijrah juga memberikan pesan. Yaitu meningkatkan soliditas dan sinergitas, agar partai semakin berkembang dan mampu mengagregasikan kepentingan umat dan bangsa.

Ketiga, di tengah upaya pembangunan yang terus dilaksanakan pemerintah dan semua komponen bangsa, spirit hijrah dapat dijadikan sebagai sumber inspirasi dalam menyelesaikan berbagai problem kebangsaan.

"Terlebih peringatan tahun baru Islam kali ini berdekatan dengan peringatan peristiwa besar yaitu G30/SPKI, sejarah kelam bangsa Indonesia yang tidak boleh terulang lagi. Karena itu, sangat tepat jika momentum ini juga dijadikan sebagai upaya membangun persatuan dan kesatuan bangsa," papar Arwani.

Keempat, pesan tahun baru Islam juga penuh dengan semangat kepedulian kepada saudara-saudara kita umat Islam yang tengah menghadapi ancaman dan kesulitan di berbagai negara. Seperti muslim Rohingya di Rakhine State, Myanmar, yang saat ini tengah mengalami tindak kekerasan, pengusiran dan genosida. Kita harus membantu dan mendoakan agar mereka diberikan kekuatan dan segara terbebas dari penderitaan.

Peringatan tahun baru Islam ini pada akhirnya menumbuhkan harapan dan optimisme ke depan untuk mencapai kondisi yang lebih baik. Tentu hal tersebut harus disertai dengan kerja keras dalam menjalankan program dan tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. (oky)