Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Ir. H.M. Romahurmuziy: Radikalisme adalah Bahasa ke Akuan, Bukan Kita

14 September 2017 - 14:51:54 | 180

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Ir. H.M. Romahurmuziy menjadi pembicara kuliah umum di Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri (STAKN), Kupang, NTT, Selasa (12/9/2017).

Di depan kurang lebih 2.000 mahasiswa, Ketum PPP itu menyampaikan orasi tanpa teks sekitar 1 jam 45 menit dengan tema Upaya dan Peran Mahasiswa dalam Menangkal Radikalisme.

Alumni Institut Tehnologi Bandung (ITB) itu menjelaskan tentang bahaya radikalisme yang muncul dari pemahaman keyakinan sempit yang dipupuk oleh bahasa "aku" dan "kamu", bukan "kita" yang menggambarkan kebersamaan.

"Radikalisme dan intoleransi muncul karena pemahaman yang sempit terhadap apa yang diyakini. Radikalisme bisa berbasis agama, sektarian etnis, bahkan bisa berbasis kewilayahan. Radikalisme juga turut dipupuk oleh cara berbahasa yang lebih menggunakan kata "aku" dan "kamu" ketimbang "kita" yang menggambarkan kebersamaan" papar Romahurmuziy .

Putra dari ulama besar pendiri IPNU (Iktan Pelajar Nahdlatul Ulama) K.H. Tolchah Mansoer itu mengatakan, pihak-pihak yang masih mempertontonkan intoleransi atau menyebarkan ujaran kebencian atas nama apapun agar untuk kembali ke dasar yang membuat semua golongan bisa bersama-sama, yaitu Pancasila. Sebab Pancasila adalah ideologi dan pemersatu bangsa.

"Kita yakini bahwa dengan kembali ke dasar yang mempersatukan kita, maka ujaran-ujaran kebencian itu tidak perlu ada. Daripada mereka menekankan intoleransi, lebih baik mereka memerangi kemiskinan dan ketimpangan di sekitar. Karena itulah sesungguhnya pekerjaan rumah kita," tegasnya.

Acara kuliah umum tersebut dihadiri para mahasiswa dan dosen STAKN Kupang, Kepala Kantor Kemenag Provinsi NTT Sarman Marselinus, dan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP NTT Djainudin Lonek. (oky)