Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Jelang Pemilu, PPP Dongkrak Elektabilitas dan Popularitas

12 Februari 2018 - 15:45:54 | 347

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, sejumlah nama mulai muncul ke permukaan dan mulai disodorkan pada Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Cawapres pendampingnya.

Nama Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy, atau yang akrab disapa Gus Rommy pun turut muncul di bursa Cawapres tersebut.

Banyak kalangan dan pengamat politik menilai, elektabilitas Gus Rommy tinggi jika disandingkan dengan Jokowi, tidak lain karena kedua tokoh itu mewakili dari golongan tua dan muda, juga golongan nasionalis dan santri.

Kendati demikian, PPP enggan mendesak Jokowi memilih Gus Rommy sebagai pendampingnya kelak. Semuanya dikembalikan pada Jokowi dalam menentukan pendampingnya di 2019.

Wakil Sekjen Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP Achmad Baidowi mengatakan, partainya menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada Jokowi.

Achmad Baidowi mengungkapkan, terkait siapa yang akan dipilih, PPP hanya berharap agar Jokowi memilih Calon Wakil Presiden (cawapres) dari kalangan santri.

"Soal nama, kita menyerahkan kepada Pak Jokowi," ujar Baidowi, di kawasan Gondangdia, Jakarta Pusat, Ahad (11/2/2018).

Menurut Achmad Baidowi, jika masyarakat saat ini banyak melihat baliho menampilkan wajah Gus Rommy, hal itu adalah salah satu upaya mendongkrak elektabilitas dan mengembalikan popularitas partai, karena tahun ini adalah tahun politik.

"Kalau hari ini kita lihat poster Gus Romy dimana-mana, itu dalam konteks untuk mendongkak elektabilitas dan mengembalikan popularitas PPP," jelasnya

Pasalnya, sebelumnya PPP memang tengah mengalami prahara internal. Sehingga butuh kerja keras untuk mengembalikan citra dan popularitas partai.

Achmad Baidowi optimis, melalui cara pemasangan baliho, elektabilitas dan popularitas partainya akan kembali. Dan PPP akan kembali mendapatkan simpati publik.

"Dengan salah satu cara tersebut, kami harap simpati publik terhadap PPP kembali terbangun," tandas Achmad Baidowi, Waseksjen DPP PPP. (Oky)