Logo PPP

DEWAN PENGURUS PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Kecerdasan Buatan Bisa Digunakan Memprediksi Umur

15 Juni 2017 - 20:13:53

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Para ilmuwan dari University of Adelaide, Australia telah berhasil menciptakan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang bisa memprediksikan berapa lama sisa hidup seorang manusia. Penemuan unik ini diklaim memiliki tingkat keakuratan yang baik.

Kemampuan komputer ini memprediksi panjang umur pasien dengan melihat gambar organ tubuh seseorang, kemudian menganalisis kemungkinan tingkat kesehatan seseorang sehingga bisa digunakan untuk memprediksi lama hidup orang tersebut Hal tersebut sesuai dengan hasil penelitian yang diterbitkan jurnal Nature pada 10 Mei 2017, dengan judul "Precision Radiology: Predicting longevity using feature engineering and deep learning methods in a radiomics framework."

Para peneliti telah menggunakan Artificial Intelligence (AI) untuk menganalisis pencitraan medis dari 48 dada pasien berusia 60 tahun ke atas. Analisis berbasis komputer ini dapat memprediksi pasien mana yang akan meninggal dalam jangka waktu lima tahun, dengan akurasi 69% yang sebanding dengan prediksi ‘manual’ oleh seorang dokter.

Seorang ahli radiologi dan PhD Universitas Adelaide, Dr. Luke Oakden-Rayner, menyatakan bahwa memprediksi masa depan ini sangat berguna karena membuka peluang untuk mempersiapkan pengobatan yang tepat bagi pasien. Jika artificial intelligence ini dapat menentukan tingkat kesehatan dengan cepat, maka dokter juga akan terbantu untuk membuat rencana perawatan secara tepat dan lebih dini sehingga harapan hidup kita akan jadi lebih panjang, Teens.

Meskipun penelitian ini hanya mempelajari sedikit sampel pasien, namun penelitian ini telah menunjukkan kalau sistem komputer bisa belajar mengenali pencitraan kompleks dari berbagai penyakit mengenali suatu penyakit berdasarkan data yang dimasukkan. Bagi seorang dokter ahli hal tersebut memerlukan pelatihan ekstensif.

Sementara ini yang bisa diprediksi secara akurat dan meyakinkan oleh komputer adalah pasien penderita penyakit kronis seperti emfisema dan gagal jantung. Penelitian tersebut membuka jalan baru untuk penerapan teknologi kecerdasan buatan dalam analisis citra medis, dan dapat menawarkan harapan baru untuk deteksi dini penyakit serius, memerlukan intervensi medis yang spesifik.

Para peneliti juga berharap bisa menerapkan teknik yang sama untuk memprediksi kondisi medis penting lainnya, seperti timbulnya serangan jantung. Baru-baru ini di China dikabarkan penerapan Artificial Intelligence dalam sebuah startup sehingga dapat membantu dalam memeriksa CT scan yang mendiagnosa kanker paru-paru.

Sekarang ini  peneliti AI di University of Adelaide mencoba untuk memodifikasi dan memperluas fokus sistem AI, juga dengan membawa analisis ke sekitar puluhan ribu gambar pasien. Semoga semakin canggih teknologi, makin banyak pula hal-hal menarik dan bermanfaat yang ditemukan untuk kehidupan manusia. (Dari berbagai sumber/ ZA)