Logo PPP

DEWAN PENGURUS PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Ketum PPP: Pancasila Merupakan Simbiosis Paripurna Negara dan Agama

12 September 2017 - 19:58:43 | 231

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID -Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ir. H.M. Romahurmuziy M.T. menjadi pembicara kuliah umum di Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri (STAKN), Kupang, NTT, Selasa (12/9/2017).

Di depan kurang lebih 2.000 mahasiswa, Ketum PPP itu  menyampaikan orasi tanpa teks sekitar 1 jam 45 menit dengan tema Upaya dan Peran Mahasiswa dalam Menangkal Radikalisme.

Kedudukan Pancasila di Indonesia, bukan hanya sebagai dasar negara, namun juga filosofische grondslag, pandangan hidup, dan pemersatu bangsa. Pancasila adalah titik temu seluruh agama, keyakinan, etnis, dan kepentingan seluruh komponen bangsa. Karenanya tugas kita bersama untuk melestarikannya, kata Anggota Komisi XI DPR RI ini.

Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) itu mengatakan, sejak awal para pendiri bangsa menanggalkan seluruh ego sentrisme agama dalam menyusun dasar negara sehingga bisa terwujud Pancasila sebagai ideologi dasar bangsa Indonesia.

Kiai Wahid Hasyim, Ki Bagus Hadikusumo, Kasman Singodimejo, dan Teuku Muhammad Hasan, sebagai wakil dari golongan Islam di Tim 9 PPKI, dengan kebesaran jiwa dan keinginan bersatunya Indonesia dari Sabang sampai Merauke, secara sukarela menanggalkan kalimat syariah Islam di sila pertama Pancasila hasil Piagam Jakarta dan menggantikannya dengan Yang Maha Esa, pada 18 Agustus 1945, papar Romahurmuziy.

Cicit dari ulama besar K.H. Wahab Chasbullah itu melanjutkan, Indonesia bukanlah negara agama (teokrasi), Pancasila juga tidak menganut separasi atau sekularisasi hubungan agama dan negara. Namun di Indonesia, negara melindungi segenap agama dan menjamin ekspresi keberagamaan setiap umat beragama. Untuk itulah hadir UU No. 1/PNPS/1965 tentang Larangan Penodaan Agama.

Terakhir Romahurmuziy yang berkapasitas sebagai politisi dan akademisi itu memperjelas kedudukan Pancasila sebagai ideologi dasar dan korelasinya dengan negara dan agama.

Pancasila adalah simbiosis paripurna hubungan antara negara dan agama, tandasnya. (oky)