Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Ketum PPP Sindir Pihak yang Tuduh Jokowi Pro Komunis

06 Januari 2018 - 20:46:59 | 207

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M. Romahurmuziy menyindir partai politik yang belakang kerap memberi label Presiden Joko Widodo sebagai sosok yang anti-Islam, pro-Partai Komunis Indonesia (PKI) dan China.

Sindiran itu disampaikan Romahurmuziy saat memberikan sambutan dalam acara tasyakuran Hari Lahir ke-45 PPP, di Kantor DPP PPP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Jumat malam (5/1/2017).

"Dipersepsikan sebagai Anti-Islam, Dipersepsikan sebagai pro-komunis, Dipersepsikan sebagai pro-RRC, ini adalah hal-hal yang terus dilabelkan," kata Romahurmuziy.

Menurut Ketum Romahurmuziy, kelompok politik yang belakangan terus memberikan label anti-Islam dan pro-Komunis adalah partai politik yang mendukung Jokowi ketika maju pada pemilihan Wali Kota Solo 2010 silam.

"Yang lucu salah satu yang melabelinya adalah partai yang mengusung pak Jokowi dulu sebagai Wali Kota (Solo) dua kali, dan tidak mempersoalkan apakah dulu komunis atau tidak," ujarnya.

"Partai tersebut tidak lagi mengusung pak Jokowi dan hari ini berada di luar pemerintah," imbuhnya.

Ketika itu Jokowi yang berpasangan dengan FX Hadi Rudyatmo didukung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Saat ini, hanya PKS, partai yang berada di luar pemerintah.

Meskipun demikian, Romahurmuziy menyadari dalam politik, akan ada kelompok-kelompok yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya. Romahhurmuziy mengatakan partainya (PPP) tak pernah melakukan hal tersebut.

"Tentu di dalam politik ada kelompok yang menghalalkan segala cara, tetapi tidak demikian dengan PPP," ujarnya.

Lanjut Ketum Romahurmuziy menjelaskan, partainya telah resmi mengusung Jokowi sebagai Calon Presiden pada gelaran Pemilihan Umum 2019 mendatang. Saat ini, menurutnya, yang akan dibahas adalah pendamping mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Pendaftaran Calon Presiden dan Wakil Presiden sudah dibuka pada pertengahan Agustus 2018.

"Yang tersisa kemudian siapa calon wakil presiden kita. Ini adalah pertanyaan yang akan dijawab dalam waktu yang tidak terlalu lama," tuntas Ketum PPP M. Romahurmuziy. (Oky)