Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Ketum Romahurmuziy Bicara Soal Agama dan Negara

05 Januari 2018 - 20:11:49 | 201

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Relasi agama dan negara kembali ramai diperbincangkan dan dipersoal belakangan ini, di antaranya tentang peran dan penempatannya masing-masing di tengah masyarakat. Lebih lanjut berikut penjelasan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M. Romahurmuziy.

Ketum Romahurmuziy mengatakan, Indonesia menganut prinsip bahwa hubungan antara agama dan negara adalah saling melengkapi.

Hal itu yang menjadikan kehidupan berbangsa dan bernegara tetap harmonis sehingga jangan ada yang merusaknya.

"Ini yang disebut mutualisme yaitu hubungan agama dan negara saling melengkapi, itu ada di Indonesia. Rumusan itu sudah dibuat sejak kemerdekaan Indonesia," kata Romahurmuziy, di Metro, Lampung, Jumat (5/1/2018).

Romahurmuziy menjelaskan, hal itu terkait tiga pandangan mengenai konsep hubungan agama dan negara yang sedang ramai diperdebatkan, karena itu konsep yang ideal dan sudah dijalankan adalah model mutualisme tersebut.

Menurut Ketum PPP mengapa konsep saling melengkapi itu menjadi solusi, hal itu terkait sikap para ulama yang mau mengalah menanggalkan Piagam Jakarta karena ada keberatan dari masyarakat Indonesia bagian timur.

"Sore hari setelah proklamasi Indonesia, Bung Hatta didatangi orang dari Indonesia bagian timur menyampaikan keberatan golongan minoritas yang intinya kalau UUD diundangkan dengan isinya Piagam Jakarta maka mereka tidak mau bergabung dengan Indonesia," terangnya.

Ketum Romahurmuziy mengingatkan, salah satu pihak yang mengkonsep dan membuat Pancasila di Indonesia adalah ulama, sehingga jangan ada kelompok yang ingin mengganti Indonesia menjadi khilafah.

Disisi lain Romahurmuziy menilai kecenderungan saat ini, bahwa atas nama agama maka seorang atau sekalangan orang meniadakan satu dengan lainnya, mencaci-maki saudaranya, khususnya melalui media sosial.

"Ini memperlihatkan bahwa semestinya medsos mendekatkan yang jauh namun fenomena saat ini justru menjauhkan yang dekat," ujarnya.

Ketum Romahurmuziy juga meminta, agar masyarakat menghidupkan partai-partai berbasis Islam karena perannya sudah terbukti memperjuangkan kepentingan umat.

Romahurmuziy mencontohkan, partai Islam berperan aktif membuat UU Anti-Pornografi dan Anti-Pornoaksi, dalam UU Pendidikan Nasional menekankan bahwa pendidikan agama diberikan sekolah sesuai dengan agama yang dianut siswa, dan masih banyak lainnya. (Oky)