Advertisment

KH. WAHAB HASBULLAH DAN STRATEGI DIPLOMASI FATHUL QARIB

  • 20 Maret 2017 - 21:31:33
  • Nasional
  • Admin
  • dibaca : 802

PPP.OR.ID - Kyai Wahab Hasbullah pernah melakukan kontekstualisasi kitab kuning yang judulnya Fathul Qarib yang kemudian oleh Bung Karno dijadikan sebagai dasar penyelesaian konflik Irian Barat antara Indonesia dan Belanda.

Pemerintah kerajaan Belanda secara resmi pernah berjanji kepada pemerintahan RI, bahwa Irian Barat akan diserahkan kepada Indonesia pada tahun 1948. ternyata sampai tahun 1951 Belanda masih belum menyerahkan kedaulatan atas Irian Barat. Setelah beberapa kali diadakan perundingan untuk menyelesaikan Irian Barat dan selalu gagal. Bung Karno kemudian menghubungi Kyai Wahab Hasbullah di Jombang.

Bung Karno menanyakan bagaimana hukumnya orang-orang Belanda yang masih bercokol di Irian Barat? Kyai Wahab menjawab, &ldquohukumnya sama dengan orang yang ghasab.
"Apa artinya ghasab itu pak kiai?" Tanya Bung Karno. Ghasab Itu Istihqaqu Malil Ghair Bighairi Idznihi (menguasai hak milik orang lain tanpa izin), jawab Kyai Wahab.
"Lalu bagaimana solusinya untuk menghadapi orang yang ghasab? Adakan perdamaian" jawab Kyai Wahabb.
Lalu Bung Karno bertanya lagi, "Menurut insting pak Kiai apakah jika diadakan perundingan damai akan berhasil?" "tidak" jawab Kyai Wahab.
"Lalu kenapa kita tidak potong kompas aja pak Kiai?" Kata Bung Karno. "tidak boleh potong kompas dari syariah," jawab Kyai Wahab.
Selanjutnya, sesuai anjuran Kyai Wahab untuk berunding dengan Belanda. Bung Karno mengutus Subandrio untuk mengadakan perundingan konflik Irian Barat dengan Belanda. Perundingan inipun akhirnya gagal.

Lalu Bung Karno Bertanya Lagi, "pak Kiai apa solusi selanjutnya untuk menyelesaikan konflik Irian Barat." Kyai Wahab menjawab, "khadzahu qahrun" (ambil/kuasai dengan paksa).
Bung Karno bertanya lagi, "apa rujukan pak Kyai dalam memutuskan masalah ini?" Kemudian Kiai Wahab menjawab, "saya mengambil literatur kitab Fathul Qarib dan syarahnya (al-Baijuri)".
Setelah Bung Karno mantap dengan pendapat Kiai Wahab yang mengkontekstualisasi literatur kitab Fathul Qarib agar Irian Barat dikuasai (direbut) dengan paksa, kemudian Bung Karno membentuk Operasi Trikora (Tri Komando Rakyat).

Kirim komentar