Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Kharisma K.H. Maimoen Zubair di Tengah Perhelatan Pilkada

09 Januari 2018 - 15:33:56 | 297

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Siapa tidak mengenal K.H. Maimoen Zubair atau Mbah Moen, ulama karismatik dan kyai sepuh Nahdlatul Ulama (NU). Meskipun sudah sepuh dengan usianya yang hampir 90 tahun, suaranya masih lantang dan ceramahnya jelas, serta ditaati masyarakat terutama kaum nahdliyin.

Apa yang disampaikan K.H. Maimoen Zubair, ulama besar yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, tidak hanya ditaati oleh kaum nahdliyin saja, tetapi politikus di Indonesia juga sangat menghormatinya. Itu menunjukan betapa kharismatiknya sosok Mbah Moen, kharismatik dalam arti begitu besar peran dan pengabdiannya, hal itu yang membuat dengan sendirinya masyarakat hormat dan cinta padanya.

Menjelang perhalatan Pilkada serentak, tepatnya Januari 2018 ini nama Mbah Moen semakin sering disebut di media massa. Bukan hanya nasihat atau ceramahnya, melainkan sikap beliau yang merestui putranya Taj Yasin atau Gus Yasin untuk menjadi bakal Calon Wakil Gubernur Mendampingi Ganjar Pranowo. K.H. Maimoen Zubair sendiri merupakan Ketua Majelis Syari’ah Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Putra Mbah Moen ada 10, terdiri dari 8 laki-laki dan 2 perempuan. Mereka yaitu K.H. Abdullah Ubab, K.H. Gus Najih, K.H. Majid Kamil, Gus Abdul Ghofur, Gus Abdur Rouf, Gus Muhammad Wafi, Gus Yasin, Gus Idror, Sobihah dan Rodhiyah. Putra-putra beliau juga menjadi kiai, ustadz, serta politikus, mengikuti jejak sang ayah, yang pernah jadi Anggota DPRD Rembang, serta Anggota MPR RI tiga periode.

Pasangan bakal Calon Gubernur Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen Zubair (Ganjar-Yasin), sudah mendaftar ke KPU Jateng, pada Selasa siang (9/1). Paslon (saat ini) diusung, PPP, PDIP Demokrat, dan Nasdem, total 48 kursi.

Ganjar Pranowo menjelaskan, koalisi yang dibangun semata-mata memenuhi permintaan tokoh agama, ulama dan masyarakat Jawa Tengah. PDIP bersama kelompok agama dan NU memperkuat NKRI. Karena Jawa Tengah sebagai barometer nasional maka harus kuat persatuan dan kesatuannya. Maka dipilihlah sosok Taj Yasin Maimoen, politikus muda PPP yang tidak lain merupakan putra K.H. Maimoen Zubair.

Saking begitu besar kharisma Mbah Moen, bakal Calon Gubernur lain, yakni Sudirman Said sebelumnya juga berencana meminang putra Mbah Moen untuk menjadi balon Wakil Gubernur. Tapi berdasarkan pertimbangan tersendiri belum mendapat dukungan, dan memang kalah cepat dari yang lain. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut meski Ganjar sering sowan Mbah Moen, namun keputusan deal dengan Gus Yasin baru tanggal 3 Januari lalu diumumkan 7 Januari.

Meski begitu, Partai Gerindra selaku pengusung Sudirman Said masih terus bergerak. Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon menyebut masih mempertimbangkan nama dari putra Mbah Moen selain Gus Yasin.

Semakin terasa kharisma K.H. Maimoen Zubair, sampai-sampai putra-putra beliau laris manis diperebutkan menjadi pimpinan daerah. Presiden Jokowi pun sangat hormat, bahkan sering sowan pada Mbah Moen untuk meminta nasihat dan restu dalam setiap keputusan penting di pemerintahan. (Oky)