Logo PPP

DEWAN PENGURUS PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Masjid al-Aqsha Diserbu, PPP Minta DPR Maksimalkan Peran untuk Tekan Israel

24 Juli 2017 - 13:14:27 | 496

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - JAKARTA - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menilai serangan sekaligus pembatasan akses umat Islam ke Masjid Al Aqsa oleh Israel telah mencederai Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM). Pasal 18 Deklarasi tersebut berisi tentang Hak atas Kebebasan Pikiran, Hati Nurani dan Memeluk Agama dan Resolusi Majelis Umum 36/55 pada 25 November 1981 tentang Penghapusan Semua Bentuk Intoleransi dan Diskriminasi Berdasarkan Agama dan Kepercayaan. "DPP PPP mengutuk keras atas peristiwa tersebut dan mendorong pemerintah melakukan langkah diplomatik yang keras untuk menekan Israel agar menghentikan tindakan keji tersebut," kata Wakil Ketua Umum PPP Reni Marlinawati melalui pesan singkat, Senin (24/7/2017). Reni menuturkan kecaman Presiden Jokowi atas aksi tersebut harus ditindaklanjuti oleh menteri terkait untuk memastikan ada tindakan konkret RI atas tindakan Israel. Segala upaya tersebut, kata Reni, dalam bingkai politik bebas aktif yang diperankan Indonesia. Fraksi PPP, kata Reni, akan mendesak pimpinan DPR untuk menggunakan instrumen kepesertaan DPR RI dalam organisasi parlemen internasional untuk memaksimalkan perannya di sejumlah organisasi parlemen internasional. Ia mencontohkan International Parliament Union (IPU), ASEAN Parliamentary Assembly (AIPA), serta Asia Pacific Parliamentary Forum (APPF) untuk melakukan langkah nyata atas tindakan Israel tersebut. Reni juga mendorong Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI untuk melakukan langkah- khusus konkret untuk berkontribusi menyelesaikan atas persoalan yang terjadi di Masjid al-Aqsa "Meminta kepada seluruh kader PPP untuk membaca qunut nazilah sebagai upaya memohon kepada Allah agar masalah yang menimpa saudara-saudara kita di Palestina agar cepat terselesaikan dan perdamaian agar segera terwujud," kata Ketua Fraksi PPP itu. (TRIBUNNEWS.COM/TN)