Advertisment

MASJID MAHLIGAI MINANG YANG MENJADI KEBANGGAAN RAKYAT SUMATERA BARAT

  • 20 Maret 2017 - 15:54:49
  • Nasional
  • Admin
  • dibaca : 1213

PPP.OR.ID - Masjid Mahligai Minang merupakan julukan dari Masjid Raya Sumatera Barat. Masjid yang terletak menghadap Jalan Khatib Sulaiman, Kecamatan Padang Utara. Kompleks Masjid Raya Sumatera Barat menempati area seluas 40.343 meter persegi .Bangunan utama yakni masjid terdiri dari tiga lantai dengan denah seluas 4.430 meter persegi. Peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan dilakukan pada 21 Desember 2007 oleh Gubernur Sumatera Barat Gamawan Fauzi.

Arsitektur Masjid Raya Sumatera Barat memakai rancangan yanng dikerjakan oleh arsitek Rizal Muslimin, pemenang sayembara desain yang diikuti oleh 323 arsitek dari berbagai negara pada 2007. Dari ratusan peserta, 71 desain masuk sebagai nominasi dan diseleksi oleh tim juri yang diketuai oleh sastrawan Wisran Hadi. Konstruksi bangunan dirancang menyikapi kondisi geografis Sumatera Barat yang beberapa kali diguncang gempa berkekuatan besar. Menurut rancangan, kompleks bangunan akan dilengkapi pelataran, taman, menara, ruang serbaguna, fasilitas komersial, dan bangunan pendukung untuk kegiatan pendidikan.

Masjid Raya Sumatera Barat menampilkan arsitektur modern yang tak identik dengan kubah. Atap bangunan menggambarkan bentuk bentangan kain yang digunakan untuk mengusung batu Hajar Aswad. Ketika empat kabilah suku Quraisy di Mekkah berselisih pendapat mengenai siapa yang berhak memindahkan batu Hajar Aswad ke tempat semula setelah renovasi Kabah, Nabi Muhammad memutuskan meletakkan batu Hajar Aswad di atas selembar kain sehingga dapat diusung bersama oleh perwakilan dari setiap kabilah dengan memegang masing-masing sudut kain.

Dinding masjid berbentuk ukiran tempat Al-Quran dengan empat sudut yang mengandung arti dalam budaya Minangkabau sebagai tau di nan ampek, yakni Al-Quran, Injil, Taurat dan Zabur. Tersirat juga makna adat nan ampek, yaitu adat nan subana adat, adat nan diadatkan, adat nan taradat dan adat istiadat. Pada eksterior Masjid Raya Sumatera Barat terdapat ukiran yang menampilkan kaligrafi dan motif kain songket khas Minangkabau.

Bentuk dinding masjid yang memiliki ukiran segitiga yang di dalamnya terdapat enam sudut ini sempat menjadi perbincangan berbagai kalangan. Namun sebenarnya memiliki filosofi tersendiri, yaitu tiga tungku sajarangan, tiga tali sapilin (ulama, ninik mamak, cadiak pandai) yang harus memegang teguh rukun iman sebagai pengikat seluruh elemen yang ada di tengah-tengah masyarakat.

Bangunan utama Masjid Raya Sumatera Barat sendiri terdiri dari tiga lantai dengan luas area sekitar 40.343 meter persegi yang mampu menampung sekitar 20.000 jamaah. Dengan rincian, lantai dasar masjid dapat menampung 15.000 jemaah, sementara di lantai kedua dan ketiga sekitar 5.000 jamaah.

Pada tahun 2015 interior di dalam masjid baru dipasang. Bagian mihrabnya dibuat menyerupai bentuk batu Hajar Aswad dengan atapnya terdapat ukiran nama-nama Asmahul Husna yang berwarna emas dengan latar putih. Sementara karpet permadani yang digunakan untuk sajadah merupakan hadiah kiriman dari pemerintah Turki.

Tak hanya itu, masjid ini dirancang mampu menahan gempa hingga 10 Skala Richter, sekaligus sebagai shelter lokasi evakuasi bila terjadi tsunami. Fasilitas penunjang lainnya yang sudah tersedia adalah ruang salat, toilet, wudhu, juga areal parkir di lantai pertama.

Di kalangan pengguna sosial media terutama Instagram, Masjid Raya Sumatera Barat menjadi objek yang menarik untuk berfoto dan bernarsis ria. Bahkan menjadi suatu kebiasaan baru bagi masyarakat yang baru datang ke masjid ini, usai beribadah mengabadikan moment berfoto-foto dan selfie sembari berkeliling menikmati setiap sudut keunikan dan kemegahan masjid. Warga Sumatera Barat patut berbangga,karena punya masjid besar dan megah yang memiliki gaya arsitektur yang menawan

(Reni: Dari Berbagai Sumber)

Kirim komentar