Logo PPP

DEWAN PENGURUS PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Melacak Rumah Sakit Era Kejayaan Islam

13 September 2017 - 18:50:04 | 189

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Rumah sakit di zaman modern ini mempunyai peran yang sangat penting. Perkembangan dunia kesehatan dewasa ini juga berjalan sangat cepat. Berbagai cara pengobatan dan obat-obatan telah mampu ditemukan. Meskipun begitu macam penyakit yang ditemukan juga tak kalah banyaknya. Melihat kenyataan menjadi menarik jika menilik sejarah kapan rumah sakit pertama yang didirikan. Tidak kalah menariknya dengan itu adalah bagaimana perdaban Islam memiliki peran dalam lahirnya rumah sakit dalam sejarah.

Kita mengetahuai bersama bahawa zaman dahulu peradaban Islam pernah mengalami kejayaan. Peninggalannya pun masih kita rsakan sampai sekarang, maka dari itu adakah peninggalan Islam dalam dunia kesehatan khususnya rumah sakit. Kita mengetahuai peradaban Islam telah menyumbangkan banyak tokoh dalam perkembangan dunia termasuk dibidang kesehatan,  antaralain Muhammad bin Zakariya ar-Razi, Abul Qasim az-Zahrawi, Ibnu al-Nafis, Abu Zaid al-Balkhi dan Ibnu Sina serta msaih banyak yang lainnya.

Menilik sejarah cikal bakal rumah sakit dalam dunia Islam sebenarnya sudah memiliki akar sejarah yang sangat panjang. Sejarah itu bermula sejah zaman Rasulullah SAW, ketika nabi berperang beliau selalu membawa serta tim medis untuk merawat dan mengobati pasukan yang terluka. Beberapa ilmuan berpendapat bahwa rumahsakit pertama didirikan oleh peradaban Islam. Ketika itu rumah sakit yang didirikan tidak ahanya digunakan untuk mengobati pasien tetapi juga untuk menhgajar ilmu kesehatan.

Sejumlah sejarawan meyakini bahwa Dinasti Umayyah 705-715 M/ 86-96 H dibawah kepemimpinan Khalifah al-Walid I sebagai pendiri rumah sakit pertama di kawasan Damaskus, Suriah. Dahulu rumah sakit dizaman kejayaan Islam dikenal dengan nama Bimaristan atau al-Baimarastanat (tempat tinggal orang sakit).

Sejarah mencatat banyak sekali rumah sakit yang terkenal saat peradaban Islam mengalami masa ke emasan. Hampir bisa dipastikan ditiap kota telah ada rumah sakit yang didirikan atau minimal tempat khusus untuk merawat orang sakit. Diantara rumah sakit- rumah sakit itu misalnya misalnya rumah sakit Al-Adhudi (di Baghdad),  Al fusta ( di kota Fustat, Mesir) Maristan al-Nuri (di Damaskus, Suriah), Bimaristan Sultan Qalawun (di Kairo), rumah sakit Divrigi (di kota Divrigi di Anatolia Timur, sekarang di Provinsi Sivas, Turki) dan masih abanyak lagi yang lain.

Rumah sakit besar dimasa itu telah mempunyai spesialisasinya masing-masing, ada yang spesialis bedah dan oprasi, spesialis penyakit dalam, spesialis kulit, spesialis mata, spesialis penyakit jiwa, spesialis tulang dan lain sebagainya. Sebuah hal yang tentu tidak bisa kita bayangkan kala itu peradaban Islam begitu maju sehingga mampu mengklasifikasikan masing-masing rumah sakit seperti yang lazim kita temui saat ini.

Tidak hanya berfungsi sebagai tempat merawat pasian rumah sakit Islam kala itu juga dilengkapi dengan perpustakaan dengan buku-buku seputar kedokteran, ilmu bedah, obat-obatan serta fiqh soal kedokteran. Salah satu contohnya perpustakaan rumah sakit Ibnu Thulun di Kairo yang memiliki lebih dari seratus ribu buku. Tentu merupakan sebuah hal yang luar biasa bukan hanya memiliki rumah sakit tetapi perangkat penunjangnya juga sangat mendukung maka tak heran lahir ahli-ahli kedokteran handal yang namanya tercatat dalam sejarah. (Dari berbagai sumber/ ZA)