Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Menakar Pengganti Setnov di DPR, PPP Nilai Bambang Soesatyo Pantas

06 Desember 2017 - 22:14:17 | 134

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani berpandangan bahwa Ketua DPR RI yang akan menggantikan Setya Novanto perlu mempunyai visi, misi dan sikap yang baik untuk mengangkat marwah DPR. Figur juga harus seseorang yang lebih mengedepankan sikap kenegarawanan ketimbang sikap sebagai politisi.

"Ke dalam, ke internal DPR, yang pas adalah pribadi pimpinan yang bijak bagi semua Anggota DPR RI yang merupakan personifikasidari fraksi-fraksi. Jadi tidak hanya menjadi representasi kepentingan fraksinya saja," papar Arsul saat ditemui di Komplek Parlemen, Jakarta, Rabu (6/12/2017).

Menurut Arsul yang harus dipahami, adalah berdasarkan UU MD3 dan mekanisme peraturan tatib DPR yang berlaku terkait pergantian pimpinan DPR menjadi hak partai yang bersangkutan, dalam hal ini adalah partai Golkar yang menentukan dan mengajukan siapa orangnya.

"Tentu Golkar yang sudah lama dan punya banyak anggota dan diantaranya banyak politisi senior, diantara mereka-mereka itu banyak yang punya kepantasan dan kemampuan untuk menjadi ketua DPR," ujar Anggota Komisi III DPR itu.

Lanjut Arsul membeberkan, kalau misalnya ada yang menyebut nama Bambang Soesatyo, Ketua Komisi III DPR menjadi calon Ketua DPR RI, PPP juga melihatnya sebagai sosok yang tepat dan pantas.

"Bagi saya yang kebetulan menjadi Anggotanya di Komisi III, Bambang Soesatyo juga termasuk sosok yang memiliki kemampuan dan kepantasan untuk menjadi ketua DPR. Kenapa seperti itu ? Karena sebagai anggota yang pernah di bawah kepemimpinan Mas Bamsoet, kami kan setiap saat berinteraksi, kita melihat pandangan-pandangannya tentang masalah kenegaraan, masalah hukum, itu positif," ungkap Arsul.

Bahkan, Bambang Soesatyo sudah menunjukkan leadership yang baik di Komisi III. Bambang tidak hanya mengayomi kelompoknya saja, Fraksi Golkar di Komisi III, banyak kelompok fraksi di Komisi III juga merasakan hal seperti ini.

"Beliau ini mengayomi semuanya, semua, baik yang kecil maupun yang besar, didengar dan ini penting. Menjadi pimpinan yang mau mendengarkan semuanya, itu penting, membuka ruang untuk semua dan itu penting, punya kesediaan untuk mendengarnya," tuntas Arsul. (Af)