Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Menangi Pilkada Kabupaten Bogor, Ade Yasin Semakin Kokohkan PPP

06 Agustus 2018 - 12:32:25 | 136

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bogor yang digelar pada 27 Juli 2018 berhasil dimenangi oleh Ade Yasin, salah satu kader terbaik yang dimiliki oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Kemenangan tersebut sukses menjadikan PPP sebagai partai dengan basis kuat khususnya di Kabupaten Bogor.

Hasil perolehan tersebut terlihat dari perbandingan perolehan suara calon bupati yang di usung PPP dalam dua kali Pilkada sebelumnya.

Pilkada yang digelar serentak di 171 daerah pada 27 Juli 2018 lalu adalah Pilkada ketiga bagi Kabupaten Bogor. Kali ini PPP mengusung kader utamanya yakni Ade Yasin sebagai calon bupati. Ade Yasin adalah Ketua DPW PPP Jawa Barat, juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor.

Awalnya muncul sejumlah asumsi bahwa Ade Yasin akan kalah. Argumennya dikaitkan dengan keberadaan Rachmat Yasin yang tersangkut kasus. Selain itu, Ade Yasin adalah calon perempuan yang dianggap lemah.  Karena itu cukup banyak yang berani maju menjadi calon bupati. Maka, bila pada Pilkada 2013 hanya PDIP yang berani maju menantang Rachmat Yasin, kali ini nyaris semua partai besar muncul jadi penantang Ade Yasin.

Tidak kurang ada empat pasang calon yang muncul menantang Ade Yasin yang berpasangan dengan Iwan Setiawan. Dua dari calon independen dan dua dari partai politik. Sementara Ade Yasin-Iwan Setiawan sendiri diusung koalisi PPP, Gerindra, PKB dengan basis suara 16 kursi di DPRD.

Hasilnya, pasangan Ade Yasin-Iwan Setiawan keluar sebagai pemenang dengan meraih 912.221 suara atau 41,12 persen. Pasangan Ade Ruhendi-Ingrid Kansil yang merasa di atas angin berada di urutan kedua dengan meraih 859.444 suara atau 38,74 persen atau selisih 2,38 persen suara. Selebihnya diperoleh tiga penantang lainnya.

Raihan suara Ade Yasin ini patut menjadi catatan tersendiri, karena dalam batas-batas tertentu melebihi perolehan suara yang diraih Rachmat Yasin pada dua Pilkada sebelumya.

Tetapi, harus dicatat bahwa pada Pilkada 2013 itu Rachmat Yasin diusung koalisi seluruh partai kecuali PDIP. Basis suaranya kira-kira mencapai sekitar 43 kursi di DPRD.

Sementara Ade Yasin hanya diusung koalisi 3 partai yakni PPP, Gerindra dan PKB dengan basis suara 16 kursi di DPRD, kontras dengan Ade-Ruhendi yang diusung koalisi partai cukup besar mulai dari Golkar, Demokrat, PKS, Nasdem, PKPI, Partai Berkarya dengan basis suara 24 kursi DPRD.

Koalisi partai pengusung Ade Yasin-Iwan Setiawan yakni PPP, Gerindra dan PKB, dapat dikatakan hanya setara dengan koalisi pengusung Rachmat Yasin-Karyawan Faturachman yakni PPP dan PDIP pada Pilkada 2008.

Sementara perbandingan perolehan suara yang diperoleh Rachmat yasin pada Pilkada 2008 sebesar 498.175 suara atau sekitar 30%, sedang peroilehan suara Ade Yasin -Iwan Setiawan pada Pilkada 2018 mencapai 912.221 suara.

Oleh sebab itu, jika Rachmat Yasin adalah figur yang menancapkan akar PPP dalam Pilkada Kabupaten Bogor, sementara Ade Yasin adalah figur yang berhasil membuat PPP menancap semakin mengakar. (Ch)