Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Menilik Corak Islam Akulturatif di Taiwan

01 November 2017 - 21:06:04 | 342

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID – Ir. M. Romahurmuziy melakukan lawatannya berkunjung ke Grand Taipei Mosque di Taiwan. Romahurmuziy beserta rombongan disambut hangat oleh Ketua Asosiasi Muslim Taiwan, Salahuding Ma Chao Yen, Rabu (1/11/2017).

Pada pertemuan tersebut Salahuding Ma Chao Yen menjelaskan perkembangan Islam di negaranya (Taiwan) yang berpenduduk 23 juta ini. Sejarah Islam masuk ke Taiwan adalah sejak 1.000 tahun silam, lebih sebagai bagian dari jalur sutra yang menjadi jalur niaga. Dari pengaruh jalur sutra itu, Islam yang terbentuk di Taiwan itu bercorak  akulturatif dan bersifat damai.

Merespon penjelasan Ketua Asosiasi Muslim Taiwan, Romahurmuziy yang menjabat Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) berpendapat, corak Islam di Taiwan yang demikian menciptakan keterikatan emosi tersendiri dengan umat Islam di Indonesia.

"Taiwan adalah mitra penting untuk Indonesia. Dengan penduduk muslim mencapai 50 ribu orang, keberadaan 250 ribu WNI yang mayoritas beragama Islam menjadikan muslim Taiwan memiliki keterikatan emosional," papar Ketum PPP itu dalam rilisnya, Rabu (1/11/2017).

Selain bicara mengenai perkembangan Islam, Salahuding juga memaparkan lebih jauh tentang toleransi di negaranya, berkaitan toleransi terhadap umat Islam di Taiwan cukup baik. Itu dibuktikan dengan makin banyaknya industri pangan Taiwan yang meminta label halal yang artinya keberadaan umat Islam dalam menjalankan keyakinannya semakin dilindungi.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi XI DPR RI itu menjelaskan bahwa setelah berlakunya UU No. 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, maka seluruh industri makanan yang masuk ke Indonesia, baik dalam maupun luar negeri, diwajibkan memberikan label halal produknya mulai tahun 2019. (Ay)