Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Nama Cawapres Mengerucut, Sekjen PPP: Bisa Partai, Bisa Non-Partai

12 Juli 2018 - 13:10:01 | 18

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Nama-nama pendamping Joko Widodo sebagai calon wakil presiden (Cawapres) dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 kian mengerucut. Jika sebelumnya beredar 10 nama yang disebut berpotensi mendampingi Jokowi, kini telah mengerucut menjadi lima nama.

Hal itu disampaikan secara langsung oleh Jokowi di Istana Negara, Jakarta kemarin. Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut mengatakan, 10 nama telah melalui proses penggodokan, termasuk berkomunikasi dengan sejumlah ketua umum partai politik (parpol) pendukung.

Meski demikian, mantan wali kota Surakarta itu masih belum juga memberikan kejelasan. Menurutnya, semua kalangan bisa masuk menjadi Cawapresnya. “Bisa partai, bisa non-partai,” sebut Joko Widodo, Rabu (11/7/2018).

Senada dengan hal itu, Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani menilai, peluang tokoh yang dipilih sebagai Cawapres untuk mendampingi Jokowi dari partai politik maupun non-partai politik sama besarnya. Meskipun, kata dia, setiap calon yang berasal dari partai politik atau non partai politik memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

"Saya kira sama besarnya atau sama kecilnya, antara partai politik dan non partai politik. Meskipun tentu ada pihak-pihak berkepentingan di luar, sesuai dengan kepentingannya," kata Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Sebelum difinalisasi, lanjut Arsul, nama yang dipilih Jokowi akan didiskusikan dengan partai koalisi. Anggota Komisi III DPR ini juga menegaskan, Cawapres Jokowi tidak akan jauh dari nama-nama yang sering beredar di media massa. Meskipun penentuan Cawapres juga dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal di luar koalisi, dan juga tidak boleh menafikan di luar 10 nama itu.

Masih dikatakan Arsul, Jokowi sempat meminta pendapat dari Ketum PPP, Rommahurmuziy atau yang akrab disapa Romi terkait reaksi publik terhadap nama-nama cawapres Jokowi yang beredar di media massa. Meski begitu, Arsul membantah bahwa pengerucutan nama Cawapres itu dibahas Jokowi bersama Romi. Hanya saja, nama yang sudah mengerucut itu pastinya tidak akan keluar terlalu jauh dari 10 nama yang disebutkan di awal. (El)