Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Pemerintah Diminta Kaji Ulang Rencana Kenaikan Tarif Taksi Online

10 April 2017 - 12:29:53 | 591

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Jakarta: Komisi X DPR menilai naiknya tarif taksi online akan mempengaruhi animo masyarakat untuk menggunakannya. Sehingga revisi Permenhub No.32 Tahun 2016 itu perlu dikaji ulang karena akan memberi dampak pada menurunnya pendapatan pengemudi taksi online.

"Dengan tarif yang disesuaikan, secara logis akan memengaruhi animo masyarakat untuk menggunakan alat transportasi tersebut. Dengan kata lain, pendapatan pengemudi taksi online besar kemungkinan akan mengalami penurunan," ujar anggota Komisi X DPR Reni Marlinawati dalam keterangan tertulisnya, Senin 10 April 2017. 

Reni menambahkan jika menurun terus nantinya akan banyak pengemudi yang menganggur. Padahal data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan pada Agustus 2016 angka pengangguran di Indonesia berkurang salah satunya karena disumbang keberadaan transportasi berbasis online. 

BPS mencatat sebanyak 500 ribu tenaga kerja terserap di sektor transportasi, pergudangan, dan komunikasi. Harus diakui menjamurnya transportasi berbasis online telah mampu mengurangi angka pengangguran, tegas Reni.

Oleh karenanya, Ketua Fraksi PPP ini meminta pemerintah mengkaji secara mendalam dampak penerapan Permenhub tersebut terhadap tenaga kerja yang terserap melalui transportasi berbasis online ini. Ia menegaskan analisa dampak penerapan peraturan atau regulatory impact assessement harus dilakukan pemerintah agar tidak menghasilkan masalah sosial baru.

"Jangan sampai kebijakan tersebut justru membuat masalah sosial baru, salah satunya dengan bertambahnya pengangguran karena omset tranportasi online turun," paparnya.

Legislator dapil Jawa Barat IV ini mempertanyakan mengapa tidak didorong moda transportasi konvensional yang lebih murah. Hal itulah yang ia terima ketika masyarakat menyampaikan aspirasinya secara langsung terkait rencana kenaikan tarif taksi online.

"Pertanyaannya mengapa tidak didorong menjadikan transportasi konvensional dibuat lebih murah, aman, dan nyaman? Bukan justru membuat kebijakan dengan menjadikan tarif taksi online menjadi naik. Setidaknya suara-suara tersebut muncul dari masyarakat yang disampaikan ke kami," jelasnya. (Metrotvnews.com/TN)