Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Pidato di Harlah PPP ke-45, Ketum PPP Sebut Tak Perlu Berdebat Soal Utang Indonesia

15 April 2018 - 14:30:55 | 167

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M. Romahurmuziy, menghadiri acara peringatan hari lahir (harlah) PPP ke-45 di Hotel UTC, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (14/4/2018).

Dalam sambutannya, beliau sempat mengungkapkan terkait dengan masalah utang yang tidak perlu diperdebatkan. Sebab, menurut beliau tidak ada yang salah dari kebijakan pemerintah untuk berutang kepada pihak asing.

“Perdebatan soal utang RI tidak perlu dibuat gaduh kecuali yang memang tak mengerti ilmu ekonomi,” ujar beliau, Sabtu (14/4/2018).

Senada dengan itu, beliau menjelaskan, bahwa tidak ada satu negara pun di dunia yang tidak berutang. Sebat saja negara adidaya Amerika Serikat yang menjadi kiblat perekonomian dunia, telah berutang sejak lebih dari 200 tahun silam.

Lagipula, imbuh beliau, utang bukan hal yang dilarang selama dipakai untuk kegiatan yang produktif dan dikelola dengan baik.

“Perlu saya sampaiakan tidak ada satu negara pun di dunia yang tidak berutang,” ujar beliau.

Selain itu, Ketum Romahurmuziy juga menjelaskan, selama era pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla, utang digunakan fokus untuk pembangunan infrastruktur demi menaikkan daya saing. Hal ini, terlihat dari kenaikan belanja infrastruktur dari Rp 290 triliun di 2015 menjadi Rp 410 triliun di 2018.

“Berdasarkan indeks daya saing global, Indonesia naik 5 peringkat dari 41 di tahun 2016 menjadi 36 di tahun 2017,” terang beliau.

Ketum Romahurmuziy menambahkan, tantangan ekonomi ke depan adalah menurunkan laju inflasi dengan mengendalikan kebutuhan pokok sehingga bunga utang semakin murah, dan cara penting lainnya adalah meningkatkan fundamental ekonomi.

“Jika rating utang semakin baik, dan dampak pembangunan infrastruktur sudah dirasakan oleh masyarakat, kegaduhan soal utang pasti ditinggalkan,” pungkas beliau. (Ch)