Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Polemik Susu Kental Manis, Politisi Senior PPP Sepakat Bentuk Panitia Kerja

11 Juli 2018 - 09:41:32 | 26

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID – Politisi senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Ermalena mengatakan polemik tentang Susu Kental Manis (SKM) perlu ditelusuri secara mendalam. Pasalnya¸ masih ada kesalahan tafsir atas pengonsumsian SKM yang melibatkan anak-anak.

“Ini, kan menyangkut anak-anak. Kalau anak-anak banyak mengonsumsi SKM baik yang mengandung susu maupun tidak, ini untuk tumbuh kembang anak juga, kan bisa bahaya,” ungkap Ermalena.di Gedung Parlemen Senayan Jakarta, Selasa (10/7/2018).

Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI ini guna menjawab hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi X DPR RI, yang membidangi kesehatan dan tenaga kerja dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), yang berlangsung tertutup pada hari sebelumnya.

Ermalena juga menjelaskan, dalam RDP itu ada kesepakatan untuk membentuk Panitia Kerja (Panja), untuk mengklarifikasi fakta tentang kandungan yang ada dalam SKM.

“Kita ingin melakukan klarifikasi, karena itu kesepakatan RDP untuk membentuk Panja SKM,” ujar Ermalena, wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Barat (NTB) ini.

Usai dibentuk, Ermalena melanjutkan, Panja SKM segera memanggil pihak terkait yang terlibat dalam polemik SKM ini. Termasuk industri yang memproduksi SKM.

“Kami akan panggil pihak-pihak terkait termasuk industri yang memproduksi. Kita sudah minta BPOM segera memberikan list-nya kepada Komisi IX. Ini, kan tanggung jawab kita supaya masyarakat tidak bingung,” terang Ermalena kepada media.

Menurut Ermalena, Komisi IX DPR RI memberikan atensi yang cukup serius tentang kasus SKM. Meskipun terkesan sederhana, namun jika kasus ini tidak ditangani secara benar bisa berbahaya bagi konsumen.

Jika dalam penelusuran panja nanti ditemukan permasalahan yang serius, bukan tidak mungkin produk SKM akan ditarik dari peredaran. Namun, menurut Ermalena sejauh ini belum ada alasan untuk memberhentikan atau menarik produk SKM.

“Belum ada. Ini kan karena masih simpang pendapat. Kalau memang nanti di Panja ditemukan masalah yang serius, bisa saja itu terjadi. Karena yang penting sekarang masyarakat aman, berhak untuk mendapatkan yang terbaik,” pungkasnya. (El)