Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Politisi PPP Khawatir Kebijakan Impor Gas Rugikan Masyarakat

27 Agustus 2017 - 16:16:29 | 360

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Persatuan Pembangunan Achmad Farial mempertanyakan terkait wacana impor gas alam cair  (Liquefied Natural Gas/LNG) dari Singapura. Hal itu karena beliau melihat sumber gas dalam bentuk LNG di dalam negeri pun masih banyak yang belum memiliki komitmen penyerap (uncommitted).

Wacana impor gas ini muncul seiring pernyataan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, tentang rencana kebijakan impor gas. Skemanya untuk mengimpor LNG dari Singapura sudah ditentukan dan kabarnya kesepakatan impr akan segera ditandatangani.

&ldquoSingapura ini tidak ada sumber energi. Berarti, kan Indonesia akan impor dari trader? Mereka di sana hanya punya fasilitas regasifikasi terapung saja&rdquo Jumat (25/8/2017)

Singapura notabene tidak memiliki sumber gas, sangat tidak patut Indonesia penghasil gas jusru mengimpor. Dikhawatirkan justru harga gas impor dari Singapura tidak efisien karena membeli lewar perusahan perantara, tentu akan merugikan masyarakat banyak.

Kekhawatiran Achmad Farial sangat beralasan, apalagi menurut data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), pemanfaatan gas untuk LNG ekspor tercatat sebesar 2.052,5 BBTUD atau 29,34 persen dari pemanfaatan gas bumi nasional sebesar 6.991,4 BBTUD pada tahun 2016.

Jadi mamang benar bahwa wacana mengenai impor LNG harus dilihat kembali secara seksama. Ada baiknya untuk lebih dulu memprioritaskan pengembangan proyek-proyek lapangan gas yanga ada. Sehingga potensi gas yang ada dapat dimanfaatkan dengan optimal. (ZA)