Logo PPP

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

PPP Apresiasi Langkah Menitipkan Peluru Tajam ke TNI

09 Oktober 2017 - 18:36:16 | 300

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

PPP.OR.ID - Sekretaris Jendral Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengapresiasi keputusan menitipkan peluru tajam ke pihak TNI. Sebelumnya Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta menahan 280 senjata jenis Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) kaliber 40 x 46 milimeter (mm) beserta amunisinya sebanyak 5.932 butir. Keberadaan senjata itu menimbukan polemik dan menggegerkan masayarakat.

"Saya mengapresiasi keputusan itu. Ini telah mendinginkan isu soal SAGL tersebut dan suasana yang cenderung memanas beberapa waktu lalu," kata Arsul Sani kepada ppp.or.id di Jakarta, Minggu (8/10).

Keputusan yang diambil oleh Menhan Ryamizard Ryacudu, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian, terbukti langsung mendinginkan suasana dan ketegangan yang beberapa waktu sebelumnya terjadi di masyarakat maupun antar instansi Polri dan TNI.

Meskipun keadaan sudah kondusif,  Arsul Sani yang juga anggota Komisi III DPR RI ini akan tetap menanyakan dan meminta penjelasan secara langsung perihal impor senjata SAGL dan 5.000 senjata yang dipesan dari PT Pindad kepada Kapolri.

Upaya itu dilakukan agar tidak terkesan bahwa Polri telah mengimpor atau memesan senjata dengan melanggar aturan atau prosedur. Rencananya pada  tanggal 12 Oktober mendatang, rencananya rapat kerja Komisi III dengan Kapolri.

Lebih jauh menegenai polemik impor senjata ini, beliau menyampaikan dukungannya terhadap rencana Menko Polhukam Wiranto yang akan merevisi sejumlah aturan terkait dengan impor senjata.

"Bagi saya perlu dibenahi dan diperjelas soal aturan impor senjata. Ini termasuk terkait pertanyaan apakah Polri pada dasarnya tidak diperbolehkan memiliki senjata standar militer," pungkasnya. (ZA)